kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.951   -8,00   -0,04%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

BGN Buka Peluang Jadikan Kantin Jadi Pengganti Dapur SPPG di Kawasan 3T


Senin, 08 Juni 2026 / 18:13 WIB
BGN Buka Peluang Jadikan Kantin Jadi Pengganti Dapur SPPG di Kawasan 3T
ILUSTRASI. Konferensi pers pejabat baru BGN (ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) buka peluang menjadikan kantin sebagai pengganti dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan 3T. 

Kepala BGN, Nanik S Deyang menyebut skema ini bisa dijadikan solusi bagi beberapa kawasan yang hanya memiliki sedikit siswa. 

"Misalnya di Lombok Barat saya pernah ke satu pulau muridnya hanya 119, kan tidak mungkin juga didirikan dapur tapi disitu. Tapi ada kantin, jadi bisa dong kantin itu digunakan salah satu alternatif," kata Nanik dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (8/6/2026). 

Baca Juga: BGN Akan Cari Investor untuk Bangun SPPG di Wilayah 3T

Menurut Nanik, hal ini juga merupakan bagian dari efisiensi yang dilakukan BGN agar tidak membangun dapur baru. 

Pihaknya juga berupaya menggandeng beberapa perusahaan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam menyediakan kantin untuk program MBG. 

"Seperti di Raja Ampat di sebuah pulau murid hanya 115, tapi di situ ada dapur umum CSR Pertamina. Kita bisa gunakan alternatif itu untuk efisiensi," urai Nanik. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, langkah efisiensi itu merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dana program MBG dapat dimanfaatkan lebih optimal tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan di lapangan.  

“Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). 

Menurut dia, pemerintah masih menghitung skema terbaik untuk menekan biaya program tanpa mengganggu tujuan utama MBG, yakni memastikan peserta didik memperoleh akses makanan bergizi. 

"Presiden sedang menghitung bagaimana yang terbaik penghematannya tanpa mengganggu efektivitas program itu sendiri dalam hal memberi makan murid-murid sekolah. Yang penting itu,” ujar Purbaya.

Baca Juga: BGN Soal Dana SPPG Belum Cair: Sebagian Hoax !

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×