kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.015   7,00   0,04%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Bersiaplah Kena Hadang Pajak dan Retribusi Mahal


Selasa, 12 Agustus 2008 / 16:51 WIB


Reporter: Uji Agung Santosa | Editor: Test Test

JAKARTA. Pusing dengan kemacetan? Tahun depan mungkin bisa berkurang, tapi siap-siaplah merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, kemacetan bagi pemerintah justru bisa jadi sumber penghasilan yang besar. Tak lama lagi pemerintah akan menerbitkan kebijakan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dalam Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD). Paket kebijakannya akan dibuat terpadu, sehingga selain aturan untuk pengurangan konsumsi BBM, ada juga kebijakan baru untuk pengenaan pajak kendaraan bermotor, BPKB dan pajak bahan bakar, Electronic Road Pricing (ERP) ada juga perubahan tentang pajak parkir.
 
"Semua akan dibahas dalam UU PDRD bersama DPR," kata Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Departemen Keuangan Mardiasmo di Jakarta, Selasa (12/8). Menurut Mardiasmo selain membahas aspek hukum, ketentuan-ketentuan yang ada di sana juga akan mengalami perubahan.
 
Misalnya ketentuan tentang ERP juga dimasukkan ke dalam UU PDRD. Jadi kalau saja sewaktu-waktu pemerintah merasa perlu untuk melaksanakannya, maka sudah ada payung hukum sehingga langsung berjalan. Mardiasmo menargetkan RUU ini akan selesai pada tahun ini juga sehingga pemberlakuannya bisa mulai tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×