kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Berikut infrastruktur yang rusak akibat gempa dan tsunami Sulawesi Tengah


Minggu, 30 September 2018 / 19:54 WIB
ILUSTRASI. Evakuasi korban di Bandara Mutiara Palu


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum merilis total nilai kerugian. Namun beberapa aksesibilitas tercatat mengalami kerusakan.

Landasan pacu Bandara Luwuk Bangai sepanjang 2.500 meter mengalami keretakan, sehingga tidak dapat digunakan. Tower lantai empat juga dikabarkan runtuh sehingga peralatan komunikasi, pemancar radio, dan radar mengalami kerusakan dan belum berfungsi.

Sedangkan Pelabuhan Pantoloan di Palu mengalami kerusakan paling parah. Quay crane pelabuhan tersebut dikabarkan roboh. Selain itu, Pelabuhan Wani dan Ogoamas terjadi kerusakan di bagian dermaga.

Sedangkan akses darat mengalami kerusakan parah. Akses menuju Palu dari Makassar maupun Gorontalo-Manado lumpuh total. Jembatan Ponulele yang menghubungkan Donggala Barat dan Donggala Timur juga roboh setelah diterjang gelombang tsunami.

Gempa di Palu pertama kali terjadi pukul 14.00 WIB berkekuatan 6 SR kedalaman 10 km. Gempa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 10 orang luka. Kemudian disusul gempa kedua pukul 17.02 WIB berkekuatan 7,4 SR di jalur sesar Palu Koro. Gempa susulan keduan ini yang berpotensi tsunami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×