Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Iqbal Shoffan Shofwan mengungkapkan penyebab masih kosongnya beras premium di sejumlah toko ritel.
Menurut Iqbal, pengusaha ritel saat ini memang masih berhati-hati sebelum menjual beras premium.
"Kalau misalnya yang kosong ya saya sudah komunikasi dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) juga. Yang mereka masih agak berhati-hati itu terkait dengan beras premium," ujar Iqbal kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
"Mereka melihat dulu packaging beras premium ini sesuai enggak dengan klaim mereka di-package-nya. Premium berapa kilo ya sesuai nggak ukurannya, kemudian pecahannya seperti apa," jelasnya.
Berdasarkan penjelasan Aprindo, pengusaha ritel tidak ingin konsumen merasa dirugikan saat membeli beras premium.
Di sisi lain menurutnya saat ini beras stabilisasi dan pasokan harga pangan (SPHP) sudah disalurkan ke ratusan gerai ritel di Indonesia.
"Jadi di ritel modern sesungguhnya sekarang tidak hanya bisa menjual beras premium tapi juga bisa menjual beras SPHP. Dan diharapkan nanti pendistribusian beras itu bisa lebih masif lagi," tambahnya.
Baca Juga: Akar Masalah Harga Beras Tak Kunjung Turun Menurut Perpadi
Diberitakan sebelumnya, harga beras premium di ritel modern melonjak tajam hingga tembus Rp 140.790 per kemasan 5 kilogram.
Kenaikan ini terjadi di tengah pasokan beras yang semakin menipis dan beras Bulog jenis SPHP yang tak tersedia.
Pantauan Kompas.com pada Minggu (24/8/2025) di Superindo Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hanya terdapat satu merek beras premium, yakni Topi Koki, dengan harga Rp 140.790 per 5 kilogram. Sementara beras SPHP Bulog kosong.
“Pasokan yang ada ini aja (Topi Koki), yang lain suplier belum datang, yang SPHP enggak ada,” kata seorang karyawan Superindo Mayestik saat ditemui di lokasi.
Kondisi serupa terlihat di Alfamidi Panglima Polim. Rak beras yang biasanya penuh saat ini kosong. Seorang karyawan Alfamidi hanya menyebut pasokan akan segera datang.
“Beras kosong, segera ada kok,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Harga Beras Tembus Rp15.500 per Kg, Zulhas Ungkap Penyebabnya