kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Begini perkembangan vaksin virus corona (Covid-19) produksi dalam negeri


Selasa, 27 Oktober 2020 / 17:16 WIB
ILUSTRASI. Vaksin corona. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia akan melakukan uji vaksin virus corona (Covid-19) kepada hewan.

Dari total 6 vaksin yang dikembangkan oleh 6 institusi, terdapat dua vaksin yang dinilai memungkinkan lebih cepat selesai. Salah satunya adalah vaksin yang dikembangkan oleh Lembaga Biomolekular Eijkman. "Saat ini prosesnya di bulan Oktober mereka sedang mempersiapkan untuk uji di hewan," ujar Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro saat konferensi pers, Selasa (27/10).

Uji di hewan ditargetkan bisa selesai pada akhir tahun ini. Bibit vaksin yang sudah berhasil diuji kepada hewan akan diberikam kepada PT Biofarma sebagai pihak yang memprodukai vaksin.

Nantinya Biofarma akan melakukan produksi untuk kebutuhan uji klinis. Uji klinis akan dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh kebijakan dunia.

Baca Juga: Antibodi virus corona lebih bertahan lama pada pasien dengan gejala parah

Selain itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan memastikan vaksin buatan nasional yang disebut dengan vaksin merah putih itu aman digunakan. Setelah mendapat izin dari BPOM maka vaksin baru aman diproduksi massal.

Meski begitu Bambang menyebut ada sejumlah tantangan dalam pembuatan vaksin. Salah satunya adalah sejumlah bahan yang harus diimpor termasuk hewan untuk uji coba. "Memang ada bahan yang tetap harus diimpor misalnya sel mamalia, bahkan hewan untuk uji coba pun itu kita impor jadi terkadang proses impor termasuk reagen ini yang bisa mendelay aktivitas penelitian," terang Bambang.

Asal tahu saja, vaksin merah putih didorong pemerintah untuk mencapai kemandirian. Pasalnya Indonesia memiliki penduduk yang mencapai 270 juta orang sehingga memerlukan vaksin dalam jumlah besar.

Selanjutnya: Jumlah kematian pasca suntikan vaksin flu mendekati angka 60, warga Korsel kian cemas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×