kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Begini nelayan asal Morotai menyampaikan keluhan mereka ke Presiden Jokowi


Rabu, 30 Januari 2019 / 17:52 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nelayan Morotai, Maluku Utara menyatakan kegembiraan mereka karena upaya pemerintah mengusir nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Berkat upaya pengusiran nelayan asing tersebut, nelayan Morotai mengaku merasakan dampak pada tangkapan mereka. "Dulu banyak nelayan Filipina sampai tinggal di belakang rumah kita," ujar nelayan asal Morotai bernama Kadhan saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (30/1). 

Kehadiran nelayan Filipina tersebut, menurut mereka, mengeruk potensi ikan nelayan Morotai. Ditambah lagi, saat itu, nelayan Morotai hanya menggunakan kapal kecil.  Saat ini, terdapat bantuan kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Terdapat 90 unit kapal dengan ukuran 3 gross tonnage (GT) dan 12 unit ukuran 5 GT.

"Sekarang dapat satu ekor sampai tiga ekor dengan ukuran 30 kilogram (kg) ke atas sehari," terang Kadhan.

Sebelumnya, ikan yang didapat nelayan hanya berukuran kecil. Kadhan menuturkan, hasil tangkapan nelayan per hari sebelumnya hanya empat sampai lima ekor dengan ukuran 3 kg hingga 5 kg.

Namun, Kadhan mengeluhkan sulitnya menjual ikan hasil tangkapan. Pasalnya terdapat aturan pemerintah Morotai yang melarang ikan hasil tangkapan nelayan dijual ke luar Morotai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×