kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

BBM nonsubsidi juga dipungut dana ketahanan energi


Selasa, 29 Desember 2015 / 17:04 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah tidak bergeming meskipun kebijakan dana ketahanan energi banyak dikritik. Malah, kebijakan itu akan diperluas untuk seluruh bahan bakar minyak yang berbasis fosil.

Artinya, dana ketahanan energi itu tidak hanya akan berasal dari pungutan atas setiap pembelian solar dan premium, melainkan juga pertamax dan pertamax plus. "Karena sebagian dana itu akan digunakan untuk membangun energi baru terbarukan," ujar Menteri ESDM Sudirman Said, Selasa (29/12) di Istana Negara, Jakarta.

Namun, mengenai besarannya pemerintah masih perlu memperhitungkan. Bisa saja, pungutannya lebih besar atau lebih rendah dari yang dipungut dari pembelian premium dan solar yang dipatok sebesar Rp 200 per liter dan Rp 300 per liter.

Direktur Utama PT Pertamina Dwi Sucipto mengatakan, dana ketahanan energi itu bisa saja berakibat pada kenaikan harga pertamax. Namun, Ia akan mempelajarinya lebih lanjut.

Begitu pun mengenai pengelolaan dana ketahanan energi, Dwi bilang pihaknya siap jika diharuskan. Namun, pemerintah memang belum memutuskan siapa yang akan mengelolanya, termasuk mengenai rencana pembentukan lembaga khusus.

Semua itu menunggu keputusan pemerintah dalam menyusun payung hukumnya. Rencananya, pemerintah akan kembali membahas mengenai dana ketahanan energi pada hari Rabu (30/12) besok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×