kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Baznas dan PNM membangun akses air bersih untuk warga Garut


Minggu, 06 Oktober 2019 / 22:48 WIB
Baznas dan PNM membangun akses air bersih untuk warga Garut
ILUSTRASI. Kantor Baznas

Reporter: Dadan M. Ramdan | Editor: Dadan Ramdan

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Riuh suara tepuk tangan terdengar menyeruak ketika selubung kain biru yang menutupi plang terbuka setelah ditarik perlahan-lahan melalui seutas tali. Di plang warna putih berkelir biru ini tertulis Program Kemanusiaan: Sanitasi Air Bersih. Pada plang tersebut juga tertera sejumlah logo lembaga.

Bergitulah sekilas prosesi peresmian fasilitas air bersih yang dibangun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama Kelompok Kerja (Pokja) Salarea di Kecamatan Cibatu, Garut, Jawa Barat, Sabtu (5/10) pekan lalu. Akses air bersih berupa sumur bor dalam ini sebagai solusi krisis air bersih yang kerap melanda warga Cibatu akibat terdampak kemarau panjang tiap tahun.

Dua titik fasilitas air bersih telah selesai dibangun, yakni di Kampung Kebon Tengah-Cileles, Desa Cibunar, dan satu lagi di Kampung Sindang Rasa, Desa Kertajaya. Hadir dalam kegiatan Bupati Garut yang diwakili Asisten Daerah (Asda) 1 Nurdin Yana, Komandan Kodim 0611/Garut Letkol Inf Erwin Agung, Kasdim 0611/Garut Mayor Inf Hamzah Budi Susanto, Ketua Baznas Garut Rd H Aas Kosasih, Asto Duriad, perwakilan dari Baznas Pusat, Gema Arief Pramuji, Pemimpin Cabang PNM Garut, Direktur PDAM Garut Aja Rowikarim, Camat Cibatu Sardiman Tanjung beserta Forkopim Kecamatan Cibatu, tokoh Ulama, tokoh masyarakat, Pendiri Pokja Salarea Dadan M Ramdan, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Aas Kosasih cukup panjang lebar menjelaskan soal kelembagan Baznas berserta unit-unitnya dalam menjalankan tugas dengan mengumpulkan, mengelola dan memanfaatkan dana umat ini untuk kebaikan bersama. Nah, salah satunya adalah optimalisai zakat untuk kepentingan sosial seperti pembangunan fasilitas air bersih sebagai solusi  krisis air di Kecamatan Cibatu.

Aas Kosasih menilai, air bersih adalah kebutuhan vital. Oleh sebab itu, manfaat pembangunan sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih di Garut dari optimalisasi dana zakat ini sangat banyak. "Dalam suatu hadits dinyatakan sedekah air menjadi salah satu jalan menuju surga dan pahalanya terus mengalir," terang dia. Apa yang diutarakan, Ketua Baznas Garut ini merujuk sebuah hadits yang dinyatakan bahwa sedekah air menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan pengampunan Allah SWT dan akhirnya mendapatkan surga. Walaupun sedekah air itu diberikan bukan kepada manusia melainkan “hanya” kepada binatang.

Begini terjemah lengkap hadisnya:
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Kali tertentu ada seorang laki-laki yang berjalan. Di tengah perjalannya ia kehausan, ia menemukan sebuah sumur maka iapun turun ke dalamnya dan meminumnya. Kemudian ia keluar, tiba-tiba ada seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan, lantas orang itu berkata: ‘Anjing ini benar-benar kehausan sebagaimana diriku.’ Kemudian ia turun lagi dan mengisi sepatunya dengan air sampai penuh, kemudian ia menggigit sepatunya dan naik ke atas lalu ia memberinya minum. Allah memuji perbuatan orang itu karena menolong anjing dan Allah mengampuni dosanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah menolong binatang juga memperolah pahala?” Beliau menjawab: “Menolong setiap makhluk yang mempunyai limpa itu mendapatkan pahala.” (HR Bukhari dan Muslim).

Adapun Gema yang mewakili PNM Pusat berharap, warga bisa memanfaatkan fasilitas air bersih ini sebaik mungkin. "Jangan lupa dijaga dan dipelihara sehingga banyak warga yang terbantu dengan kehadiran akses air bersih ini," pintanya. Sedangkan, Asisten Daerah (Asda) I, Kabupaten Garur, Nurdin Yana, yang hadir mewakili Bupati Garut, mengatakan, Kabupaten Garut saat ini sedang dilanda kemarau panjang dan berdampak terhadap kekeringan dan sulitnya air bersih. "Saya atasnama pemerintahan, mengucapkan terima kasih pada Pokja Salarea, yang telah peduli terhadap warga Garut, dengan membangun sumur bor di daerah yang terdampak kekeringan," ujarnya.

Ketua RT Kebon Tengah, Udad Komarudin mengaku, sangat senang dengan adanya sumur bor tersebut. "Sebelum diresmikan, kami sudah merasakan manfaatnya karena memang sangat membutuhkan," akunya. A juga berharap, pengadaan sarana sumber air bersih ini bisa dibangun di lokasi lainnya. "Masih banyak warga di desa lainnya yang susah air karena sudah langganan setiap tahun," keluh Udad.  

Pendiri Pokja Salarea, Dadan M Ramdan mengatakan, pengadaan sarana sumber air bersih ini bersal dari donasi UPZ Baznas PT PNM (Persero) sebagai bentuk dari optimalisasi pemanfaatkan dana zakat. "Kami bekerjasama dengan PNM dan Baznas dalam penyediaan fasilitas air bersih yang sangat dibutuhkan oleh warga Cibatu, Garut. Selama ini, warga yang terdampak kekeringan memanfaatkan kiriman air bersih dari PDAM dan sumbangan warga setempat. Sebagian warga terpaksa mengambil air dari sungai dan kali untuk keperluan sehari-hari meski tidak layak," terangnya.

Dadan menjelaskan, Pokja Salera sangat mengapresiasi pihak PNM dan Baznas yang telah menyalurkan donasi untuk kegiatan sosial ini. Pasalnya, keberadaan sanitasi air bersih tersebut sangat dibutuhkan dan tentu bermanfaat bagi banyak warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih setiap musim kemarau. "Air bersih sangat vital untuk keperluan sehari-hari," tukasnya.

Dadan menambahkan, Pojka Salarea dalam tiga tahun ini fokus menyalurkan donasi yang bersumber dari bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan untuk pembangunan sarana air bersih lewat Program Sedekah Air. Hal ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan swasta terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, salah satunya air bersih. Selain dengan Baznas dan PNM, Pokja Salarea membangun sumur bor di wilayah Garut dari donasi Tahir Foundation, dan relawan Petualang Muslim. "Dalam waktu dekat ini, rencana ada pengeboran hasil donasi dari PT Astra Honda Motor, mengingat masih banyak titik rawan krisis air di Garut," paparnya.

Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, sedikitnya enam kecamatan mengalami kekeringan pada tahun ini, dengan kondisi warga sulit mendapatkan air bersih. Beberapa kecamatan yang mengalami darurat air bersih ini adalah Cibatu, Leles, Caringin, Limbangan, dan Malangbong. Cibatu menjadi salah satu kecamatan yang paling parah mengalami krisis air bersih.

Menurut Dadan, kesulitan air bersih di Cibatu sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah di wilayah rawan kekeringan. Untuk menanggulangi masalah ini, selain dengan pengadaan sumur bor dalam, Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk perluasan saluran irigasi dan pipanisasi air berih. "Dari data BPBD Garut, saat ini sekitar 2.700 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan dan seluas 5.600 hektare lahan pertanian yang terancam kekeringan, padahal itu lahan produktif. Kekeringan tersebar mulai dari wilayah utara dan selatan," ungkapnya.


Tag


TERBARU
Terpopuler

×