kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bappenas: Masih ada waktu mengejar pertumbuhan


Senin, 05 Mei 2014 / 21:29 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi IPO atau Go Public; initial public offering; bursa efek indonesia; bei; KONTAN/Daniel Prabowo


Reporter: Syarifah Nur Aida | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi per kuartal I-2014 mencapai 5,21%. Angka tersebut di bawah proyeksi pemerintah dan Bank Indonesia.

Meski di bawah target, Wakil Menteri PPN/Bappenas Lukita Dinarsyah menyebut menilai kondisi perekonomian Indonesia tergolong baik secara global. "Indonesia dianggap 10 besar ekonomi baik menurut Bank Dunia. Kita harus bangga," ungkapnya di Jakarta, Senin (5/5).

Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk terus bekerja meningkatkan pertumbuhan agar mencapai angka 5,7% hingga 5,8%. Lukita menilai masih ada sisa waktu tiga kuartal bagi Indonesia untuk terus mengupayakan pertumbuhan.

Salah satu faktor krusial ada pemilihan presiden yang berlangsung Juli mendatang. Hajatan politik tersebut digadang akan menjadi pendongkrak investasi. "Investasi belum sesuai harapan, semoga bisa lebih tinggi lagi," tambahnya.

Terkait perlambatan pertumbuhan yang disebabkan sektor pertambangan terkait aturan larang ekspor bahan mentah yang dimandatkan Undang-undang Minerba, Lukita menilai hal tersebut tergantung komitmen pelaku industri. Jika pabrik pengolahan atau smelter sudah dibangun, tentu akses ekspor akan dibuka kembali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×