kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.920   50,00   0,28%
  • IDX 5.680   -141,04   -2,42%
  • KOMPAS100 733   -19,02   -2,53%
  • LQ45 559   -13,71   -2,39%
  • ISSI 197   -4,23   -2,10%
  • IDX30 318   -7,23   -2,22%
  • IDXHIDIV20 392   -8,58   -2,14%
  • IDX80 83   -2,13   -2,50%
  • IDXV30 106   -1,93   -1,78%
  • IDXQ30 103   -2,20   -2,10%

Bank Dunia tawarkan 4 strategi agar Indonesia bangkit dari jurang resesi


Kamis, 17 Juni 2021 / 12:17 WIB
ILUSTRASI. Deretan gedung perkantoran berdiri diantara permukiman warga di kawasan Petamburan, Jakarta, Senin (7/6/2021).KONTAN/Fransiskus SImbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia (World Bank) melihat Covid-19 menjadi batu sandungan bagi perekonomian Indonesia di tahun 2020, sehingga Indonesia masuk ke jurang resesi. 

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen pun kemudian memberi 4 rekomendasi kebijakan prioritas untuk membantu Indonesia bangkit. 

Ia menjabarkan, pertama, Indonesia harus memenangkan pertandingan dari Covid-19. “Ini sangat kritikal, dan perlu dilakukan secara paralel untuk meningkatkan konsumsi dan investasi,” ujar Kahkonen, Kamis (17/6). 

Baca Juga: Hadapi Covid-19 di tahun depan, Sri Mulyani anggarkan Rp 156,58 triliun

Hal yang bisa dilakukan untuk ini adalah mengakselerasi proses vaksinasi, menggalakkan 3T (testing, tracing, treatment), dan melakukan pelarangan mobilitas. Apalagi, sekarang ada varian baru Covid-19. 

Kedua, menjaga kebijakan moneter dan memberikan stimulus kredit untuk bertumbuh dengan mengelola proses keuangan eksternal.

Ketiga, dengan dukungan fiskal jangka pendek dan tetap menjaga kesinambungan fiskal jangka menengah. Strategi fiskal jangka menengah yang dimaksud adalah memberi ruang fiskal dan meningkatkan rasa percaya pada investor. 

Baca Juga: Menjaga ekspektasi masyarakat jadi kunci pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021

Keempat, meningkatkan penciptaan lapangan kerja produktif, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Menurutnya, kesetaraan ini akan membuka peluang baik bagi perempuan maupun laki-laki untuk mendapatkan penghasilan. 

Apalagi, seperti yang kita ketahui, banyak masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan karena Covid-19. 

Selanjutnya: Varian baru Covid-19 makin menyebar, Sri Mulyani mulai khawatir dampaknya ke ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×