kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.012   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.238   1,42   0,02%
  • KOMPAS100 820   2,98   0,36%
  • LQ45 624   2,41   0,39%
  • ISSI 216   0,85   0,40%
  • IDX30 350   0,36   0,10%
  • IDXHIDIV20 430   0,17   0,04%
  • IDX80 94   0,42   0,45%
  • IDXV30 119   1,28   1,09%
  • IDXQ30 112   0,10   0,09%

Banggar DPR sebut defisit APBN harusnya lebih lebar dengan anggaran Rp 600 triliun


Selasa, 31 Maret 2020 / 19:33 WIB
ILUSTRASI. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR periode 2019-2024 dari Fraksi PDI Perjuangan Said Abdullah memegang palu pimpinan usai rapat penetapan Ketua Banggar di ruang Banggar, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan, asumsi defisit anggaran 5,07% dari produk domestik bruto (PDB) terlalu mini.

Menurut Banggar, anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp 600 triliun. Alasannya, anggaran bidang kesehatan menjadi postur yang perlu disuntik lebih banyak.

“Pemerintah ini jangan tanggung-tanggung. Hemat saya penyelesaian wabahnya perlu Rp 600 triliun. Asumsinya, Covid-19 ini sampai dengan September. Persoalannya tidak ada tahu kapan akan berakhir dan bisa memastikan Covid-19 selesai,” kata Said kepada Kontan.co.id, Selasa (31/3).

Baca Juga: PPh Badan turun jadi 22% mulai tahun ini tanpa omnibus law

Menurutnya dari sisi pembiayaan lebih baik fokus ke penerbitan surat berharga negara (SBN) ke pasar domestik termasuk BI. Baggar mengimbau pemerintah jangan sampai meminjam uang ke Internasional Monetary Fund (IMF).

“Kita punya sejarah buruk dengan IMF, kami tidak ingin IMF masuk lagi,” ungkap Said.

Di sisi lain, realokasi anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah senilai Rp 190 triliun menurutnya perlu segera diimplementasikan yang juga sebagai basis pembiayaan Covid-19.

Baca Juga: Pemerintah cari sumber pembiayaan baru karena defisit melebar, ini saran ekonom




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×