kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Bahlil Sebut Investor Siap Lakukan Pengembangan Rempang Eco City


Senin, 25 September 2023 / 20:58 WIB
Bahlil Sebut Investor Siap Lakukan Pengembangan Rempang Eco City
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, investor mampu mengembangkan kawasan Rempang Eco City. 

"Investasi ini Xinyi Grup US$ 11,6 miliar. Ingat ya, Xinyi Grup, bukan Xinyi sendiri," ujar Bahlil dalam konferensi pers, Senin (25/9).

Bahlil menyebut, akan ada kawasan industri yang terintegrasi. Di antaranya pabrik pemrosesan pasir silika, industri kaca panel surya, industri kaca float, industri pemrosesan kristal, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Penyelesaian Rempang Utamakan Kepentingan Masyarakat

Bahlil menambahkan, pengembangan kawasan Rempang berbicara ekosistem green energy ke depannya. Misalnya terkait solar panel yang dibutuhkan negara-negara lain. Selain itu, juga terkait hilirisasi pasir silika dan pasir kuarsa yang akan diekspor. 

"80% dari industrinya itu ekspor. Made in Indonesia. Apa tidak bangga kita kalau hasil produksi kita suplai ke negara lain," ucap Bahlil. 

Bahlil mengatakan, pengembangan industri ini akan mencontoh upaya pemerintah dalam hilirisasi nikel. Dia menceritakan, nilai ekspor nikel yang awalnya US$ 3,3 miliar menjadi US$ 33 miliar.

Baca Juga: Rempang Eco City Masuk PSN, Pemerintah Harus Persuasif dan Memberantas Hoaks

Selain itu, Bahlil mengklaim, multiplier effect dari investasi di antaranya lapangan pekerjaan, pendapatan negara, dan neraca perdagangan.

"Dan kalau ditanya seberapa dalam pekerjaan saya dalam konteks berkomunikasi dengan mereka, intens dan menunggu kalau ini sudah selesai InsyaAllah kita doakan dalam waktu yang panjang kita akan langsung melakukan action," pungkas Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×