kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan jadi lembaga setingkat kementerian


Rabu, 14 April 2021 / 19:03 WIB
ILUSTRASI. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan berdiri sendiri dan menjadi lembaga setingkat kementerian.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Komisi X DPR RI Andreas Hugo Pareira menyebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menjadi lembaga setingkat kementerian.

Ini sebagai tindak lanjut dari peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Nantinya BRIN mengonsolidasikan riset dan teknologi terapan.

"Ristek terapan dikoordinasi di bawah BRIN yang merupakan lembaga negara setingkat nementerian sama seperti BKPM, BNPB atau BKN," ujar Andreas dalam keterangan pers, Rabu (14/4).

Baca Juga: Ada perubahan nomenklatur, Jokowi bakal lantik menteri baru

Sementara itu, Kemendikbud akan mendapatkan tugas baru nantinya. Yakni mengoordinasikan riset pendidikan yang berada di perguruan tinggi.

Meski begitu, Andreas menyebut sosok Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini Nadiem Anwar Makarim masih tepat mengisi posisi tersebut. Ia yakin Nadiem mampu dalam mengerjakan tambahan tugas tersebut.

"Saya tidak melihat urgensi dan relevansi untuk mereshuffle Nadiem," terang Andreas.

Sementara itu, Kemenristek masih menunggu Peraturan Presiden mengenai kelembagaan BRIN. Hingga saat ini beleid mengenai BRIN masih belum diundangkan.

"Kami masih menunggu Perpresnya (terkait pendirian BRIN)," kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kemenristek, Ismunandar.

Selanjutnya: Isu reshuffle kabinet mencuat, apa kata pengusaha?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×