kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Badai La Nina mengancam, harga ikan bisa naik dan menyulut inflasi


Rabu, 01 September 2021 / 17:31 WIB
ILUSTRASI. Badai La Nina mengancam Indonesia, harga komoditas ikan-ikanan bisa menyumbang inflasi.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem akibat badai La Nina pada akhir tahun ini. 

Deputi BIdang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, adanya badai La Nina ini berpotensi membawa dampak pada inflasi, terutama di kelompok harga bergejolak (volatile food), khususnya komoditas ikan-ikanan. 

“Kalau misal La Nina ini menyerang misalnya pantai-pantai di Papua atau Sulawesi, maka ini akan menyebabkan nelayan tidak bisa melaut dan akan berdampak pada suplai ikan-ikanan tersebut,” ujar Setianto, Rabu (1/9) via video conference. 

Baca Juga: BPS: Dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami deflasi di bulan Agustus 2021

Menurutnya, saat ini pun komoditas ikan-ikanan sudah memberi sumbangan pada inflasi, terutama inflasi di Kendari. Kalau ada badai La Nina, maka ini akan lebih berdampak. 

Ia menambahkan, peningkatan harga ikan-ikanan pada bulan Agustus 2021 ini memang terkait dengan suplai yang terbatas karena ada perubahan cuaca.

Selanjutnya: Ada tahun ajaran baru, inflasi inti naik menjadi 0,21% mom di bulan Agustus 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×