kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   134,00   0,75%
  • IDX 5.898   -297,18   -4,80%
  • KOMPAS100 782   -41,97   -5,09%
  • LQ45 591   -28,13   -4,54%
  • ISSI 204   -10,42   -4,86%
  • IDX30 335   -14,10   -4,03%
  • IDXHIDIV20 414   -13,79   -3,22%
  • IDX80 89   -4,81   -5,13%
  • IDXV30 113   -4,46   -3,79%
  • IDXQ30 109   -3,80   -3,38%

Ayah masinis Darman: Saya mimpi punggung terbakar


Selasa, 10 Desember 2013 / 09:49 WIB
ILUSTRASI. Kontan - Axa Kilas Korporasi Online


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

PURWOREJO. Tragedi tewasnya masinis KRL Commuter Line, Darman Prasetyo (24) dalam kecelakaan di Bintaro, mengejutkan pihak keluarga. Keluarga tak menyangka jika Darman meninggal secepat itu, meski beberapa hari sebelumnya ada firasat yang dirasakan Suroto (60), ayah kandungnya.

Darman merupakan masinis KRL Commuter Line yang tewas setelah kereta api tersebut menabrak truk tangki pengangkut BBM di perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro, Senin (9/12/2013) siang.

Ketika Tribunjogja.com mendatangi kediaman orangtua Darman di dusun Babah desa Jenar Wetan kecamatan Purwodadi, Purworejo, rumah mulai ramai didatangi tetangga dan kerabat. Tenda mulai dipasang di depan rumah sementara, Suroto dan Suratmi, ibunya terlihat sudah tenang.

"Keluarga tidak menyangka anak saya pergi secepat ini. Beberapa hari yang lalu dia masih telepon saya," kata Suroto.

Pria pensiunan Kementrian Perhubungan ini melanjutkan, pada Sabtu lalu ia sempat bermimpi aneh.

"Saya mimpi punggung saya terbakar. Tapi tidak saya gubris sampai muncul kejadian ini," katanya sambil menatap menerawang.

Suroto mengatakan, meski berat, namun keluarga telah mengiklaskan kepergian Darman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×