kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.796   -20,00   -0,12%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Awas, teror bom membidik kota-kota besar di Indonesia!


Kamis, 21 April 2011 / 18:30 WIB
Awas, teror bom membidik kota-kota besar di Indonesia!
ILUSTRASI. Pekerja mengambil gambar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). IHSG ditutup di zona merah dengan penurunan 0,46% ke level 5.052,79 pada perdagangan Kamis (9/7).


Reporter: Hans Henricus | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Aksi teror bom membidik kota-kota besar di Indonesia. Adapun kota yang memiliki potensi terbesar akan teror bom itu adalah Jakarta. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai usai rapat terbatas bidang politik dan keamanan di kantor Presiden, Kamis (21/4).

Kata Ansyaad, para pelaku ingin mendapat perhatian publik dengan meneror kota-kota besar. "Kalau dia mengebom di gunung kan tidak ada yang perhatikan," imbuhnya.

Dia menambahkan, paling tidak ada sepuluh kota besar di Indonesia yang berpotensi mendapat teror seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Denpasar. Kemudian, ada Bandung, Semarang, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Palembang.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, Polri dan TNI berada dalam siaga satu menghadapi teror bom. "Khususnya mulai nanti malam besok pagi sampai dengan lusa menyongsong peringatan Paskah," kata Djoko.

Bukan itu saja, siaga satu juga berlaku bagi setiap hari raya keagamaan lainnya. Siaga satu juga akan dilakukan di rumah-rumah ibadah maupun lokasi kegiatan ibadah lainnya, tempat keramaian seperti lokasi wisata dan pusat perbelanjaan, serta lokasi berkumpulnya para warga negara asing hingga kedutaan besar.

Selain melibatkan aparat TNI dan Polri di seluruh daerah, pemerintah juga melibatkan aparat intelijen dan komponen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengamanan. "Kami berharap, seluruh komponen masyarakat melapor ke aparat terdekat jika ada hal-hal yang mencurigakan," jelas mantan Panglima TNI itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×