kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Kemristek Bikin Alat Sensor Elpiji


Selasa, 10 Agustus 2010 / 14:30 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Negara Riset dan Teknologi telah membuat sensor mendeteksi kebocoran elpiji. Namun, alat itu belum bisa diproduksi banyak.

Menurut Menteri Negara Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, biaya produksi cukup mahal yakni Rp 50.000 lebih. "Sebab, komponen alat sensor itu dibeli dari luar negeri," ujar Suharna usai menghadiri pelantikan Duta Besar ntuk negara sahabat di Istana Negara, Selasa (10/8).

Tapi, dia mengatakan, jika alat sensor itu diproduksi massal, biayanya bisa turun. "Apalagi itu belum dihitung nilai keekonomiannya," kata kader Partai Keadilan Sejahtera itu.

Saat ini, Kementerian Riset dan Teknologi sudah menghasilkan 10 unit alat sensor itu. Alat ini dipasang di tabung elpiji. Jika alat ini berbunyi, telah terjadi aliran gas dari tabung elpiji maupun komponen lain seperti selang dan katup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×