kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Awal Puasa 2026 Jatuh 18 atau 19 Februari? Cek Penjelasannya


Selasa, 17 Februari 2026 / 03:29 WIB
Awal Puasa 2026 Jatuh 18 atau 19 Februari? Cek Penjelasannya
ILUSTRASI. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H. Namun, NU dan pemerintah masih menunggu hilal. Cek potensi perbedaan tanggal puasa di sini! (ANTARA/Saiful Bahri)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari, namun sebagian masyarakat belum mengetahui kapan mulai puasa.

Penetapan awal puasa Ramadhan 2026 atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah selalu menjadi perhatian umat Islam di Indonesia.

Perbedaan metode penentuan yang digunakan pemerintah dan sejumlah organisasi keagamaan kerap membuat masyarakat menunggu kepastian resmi.

Umumnya, pemerintah menetapkan awal Ramadhan melalui sidang isbat.

Sementara itu, organisasi seperti Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki (perhitungan astronomi) untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan.

Lalu, kapan puasa Ramadhan 2026 dimulai? Apakah ada potensi perbedaan tanggal?

Puasa Ramadhan 2026 mulai kapan?

Ramadhan 1447 Hijriah telah diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini mengacu pada penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang mulai digunakan Muhammadiyah pada tahun ini.

Baca Juga: Purbaya Ubah Total Aturan Dana Desa, Alokasi Koperasi Capai 58,03%

KHGT merupakan sistem hisab modern yang dirancang untuk menyatukan kalender Hijriah umat Islam di seluruh dunia agar penetapan awal bulan bisa serentak secara global.

Keputusan tersebut merupakan hasil hisab hakiki Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

NU dan pemerintah masih menunggu hilal

Dilansir dari Kompas.com, Minggu (15/2/2026), sampai saat ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menetapkan secara resmi awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah.

NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yakni pendekatan yang memadukan perhitungan astronomi dengan observasi langsung hilal.

PBNU dijadwalkan melakukan rukyatul hilal pada 29 Syaban 1447 H yang bertepatan dengan 17 Februari 2026.

Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar penentuan resmi 1 Ramadhan menurut NU.

Baca Juga: Dampak Ramadan: DJP Siapkan Strategi Khusus Antisipasi Lonjakan Pelapor SPT

Pemerintah Indonesia juga akan menentukan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang lazim digelar pada 29 Syaban.

Apabila hasil sidang isbat berbeda dengan ketetapan Muhammadiyah, maka ada kemungkinan awal Ramadhan versi pemerintah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan demikian, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan tinggal beberapa hari lagi, bergantung pada keputusan resmi sidang isbat.

Perkiraan ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pengamatan hilal.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×