kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Australia bantu RI A$ 6,9 juta kendalikan zoonosis


Jumat, 17 Februari 2017 / 17:48 WIB
Australia bantu RI A$ 6,9 juta kendalikan zoonosis


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Pemerintah Australia menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kemtan) untuk penguatan pelayanan kesehatan hewan (veteriner) di Indonesia. Kerjasama ini khusus di sektor pencegahan, deteksi dan pengendalian penyakit-penyakit hewan menular dan penyakit yang baru muncul. Dalam menjalin kerjasama ini, Australia menjadi peyokong dana dengan mengucurkan A$ 6,9 juta.

Direktur Jenderal PKH Kemtan I. Ketut Diarmita mengatakan fokus kerjasama ini adalah terbangunnya kapasitas dalam mendeteksi dan merespon terhadap penyakit-penyakit menular hewan. Program ini dinamakan Australia -Indonesia Partnership for Emerging Infectious Diseases (AIP-EID) mengambil pendekatan pembangunan berkelanjutan untuk mendukung pencegahan, deteksi, dan pengendalikan penyakit-penyakit hewan menular.

"Sasaran ini selaras dengan prioritas pemerintah Indonesia untuk mengendalikan penyakit zoonosis, serta meningkatkan produksi ternak domestik untuk memastikan keamanan pangan dan menstabilkan harga pasar untuk produk ternak,” ujar Diarmita.

Diarmita menjelaskan, pada program kemitraan Australia-Indonesia AIPEID ini difokuskan pada tiga komponen pertama, persiapan dan kesiapsiagaan darurat. Kedua, sistem Informasi Kesehatan Hewan.

Ketiga, penguatan Kapasitas Kepemimpinan dan Manajemen dapat mencegah munculnya penyakit-penyakit baru yang berpotensi menjadi ancaman ekonomi dan ancaman sosial di Indonesia. “Jika terjadi outbreak suatu penyakit di wilayah di Indonesia, tentunya ini akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah”, jelas Diarmita.

Sementara itu, First Assistant Secretary Animal Biosecurity DAWR Australia, Tim Chapman mengatakan AIP-EID ini sebagai tindaklanjut keberhasilan AIPEID sebelumnya antara pemerintah Indonesia dan Australia, sehingga dalam pelaksanaannya harus didukung kuat oleh komitmen pemerintah Indonesia. “Program AIPEID penting bagi hubungan bilateral Australia-Indonesia dan harapannya agar kedua belah pihak terus menjaga komitmen guna mencapai hasil program sebagaimana yang telah disepakati dalam rancangan program yakni memperkuat sistem kesehatan hewan di Indonesia,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×