kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Atasi dwelling time, Kemhub disarankan memimpin


Kamis, 30 Juli 2015 / 18:22 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Indonesia National Shipowners Association (INSA) menyarankan pemerintah untuk menyerahkan penugasan penanganan masalah dwelling time ke Kementerian Perhubungan (Kemhub). Kemhub diyakini dapat mengkoordinasikan serta merumuskan berbagai kepentingan setiap instansi terkait dalam pengurusan berbagai izin impor barang atawa komoditas.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menugaskan Kemhub untuk tetap stand by di pelabuhan. Menurutnya, kalau ada kebutuhan cek fisik barang impor semuanya ada di situ. "Solusi dwelling time adalah disatuatapkan manajemennya dan dikoordinasikan oleh Kemhub," ujar Carmelita dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).

Carmelita bilang, saat ini masa tunggu barang dwelling time di pelabuhan Tanjung Priuk mencapai waktu 5,2 hari, sedangkan Jokowi menghendaki harus 4,7 hari. Untuk memenuhi keinginan presiden, butuh pihak yang bisa mengkoordinasikan pelayanan ekspor-impor dalam satu atap, yakni Kemhub. Namun, Kemhub sebagai koordinator harus dapat memastikan kelancaran pengurusan berbagai dokumen yang diperlukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×