kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.779   19,00   0,11%
  • IDX 8.882   23,25   0,26%
  • KOMPAS100 1.219   1,29   0,11%
  • LQ45 861   0,89   0,10%
  • ISSI 320   -0,62   -0,19%
  • IDX30 440   -2,46   -0,56%
  • IDXHIDIV20 512   -3,71   -0,72%
  • IDX80 136   0,22   0,16%
  • IDXV30 142   0,04   0,03%
  • IDXQ30 141   -0,98   -0,69%

Asosiasi pengemudi ojek online tolak kebijakan lockdown


Rabu, 18 Maret 2020 / 10:43 WIB
Asosiasi pengemudi ojek online tolak kebijakan lockdown
ILUSTRASI. Ilustrasi ojek online


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

Sebelumnya, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, bila Indonesia pada akhirnya menerapkan lockdown akibat pandemi virus corona, maka dampaknya akan buruk bagi perekonomian. 

Bagi sektor informal, menurut dia, akan kehilangan penghasilan. Sektor produksi akan terganggu karena banyak produk yang akan berkurang pasokannya. 

"Termasuk juga merencanakan antisipasi apabila dilakukan "lockdown" dampaknya bisa dipastikan akan signifikan, perekonomian seperti dimatikan. Semua ini harus diantisipasi dan disiapkan solusinya," katanya kepada Kompas.com, Senin (16/3). 

Baca Juga: Mulai Senin besok, tarif ojek online di Jabodetabek naik

Selama ini, dia menilai, pemerintah nampak ragu untuk mengambil tindakan drastis mengatasi virus corona. Sebab, pemerintah menghadapi dilema antara fokus mengatasi virus corona dengan upaya menyelamatkan perekonomian. (Rully R. Ramli)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Driver Ojek Online Tolak Kebijakan Lockdown".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×