kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.690   104,00   0,59%
  • IDX 6.436   -287,25   -4,27%
  • KOMPAS100 854   -38,98   -4,36%
  • LQ45 635   -22,82   -3,47%
  • ISSI 232   -10,54   -4,34%
  • IDX30 361   -10,35   -2,79%
  • IDXHIDIV20 446   -9,55   -2,10%
  • IDX80 98   -4,01   -3,93%
  • IDXV30 126   -3,21   -2,48%
  • IDXQ30 116   -2,76   -2,32%

Asosiasi pengemudi ojek online tolak kebijakan lockdown


Rabu, 18 Maret 2020 / 10:43 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi ojek online


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

Sebelumnya, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, bila Indonesia pada akhirnya menerapkan lockdown akibat pandemi virus corona, maka dampaknya akan buruk bagi perekonomian. 

Bagi sektor informal, menurut dia, akan kehilangan penghasilan. Sektor produksi akan terganggu karena banyak produk yang akan berkurang pasokannya. 

"Termasuk juga merencanakan antisipasi apabila dilakukan "lockdown" dampaknya bisa dipastikan akan signifikan, perekonomian seperti dimatikan. Semua ini harus diantisipasi dan disiapkan solusinya," katanya kepada Kompas.com, Senin (16/3). 

Baca Juga: Mulai Senin besok, tarif ojek online di Jabodetabek naik

Selama ini, dia menilai, pemerintah nampak ragu untuk mengambil tindakan drastis mengatasi virus corona. Sebab, pemerintah menghadapi dilema antara fokus mengatasi virus corona dengan upaya menyelamatkan perekonomian. (Rully R. Ramli)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Driver Ojek Online Tolak Kebijakan Lockdown".

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×