kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.939   104,00   0,58%
  • IDX 6.299   -76,31   -1,20%
  • KOMPAS100 819   -14,09   -1,69%
  • LQ45 623   -9,92   -1,57%
  • ISSI 219   -2,18   -0,99%
  • IDX30 345   -5,37   -1,53%
  • IDXHIDIV20 429   -4,96   -1,14%
  • IDX80 93   -1,50   -1,58%
  • IDXV30 117   -1,48   -1,24%
  • IDXQ30 111   -1,66   -1,48%

Asing diprediksi masih terus menarik dananya dari pasar domestik sampai akhir tahun


Senin, 11 Mei 2020 / 16:25 WIB
ILUSTRASI. Investor mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (26/3). Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mempersingkat jam perdagangan di Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), serta mempersingkat waktu pelaporan di Penerima Laporan Trans


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Ia membandingkan, pada krisis keuangan global di tahun 2008 pasar keuangan Indonesia juga terkena dampak dari krisis ini. Meski demikian, konsumsi rumah tangga masih bisa dijadikan bantalan bagi ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, harga komoditas juga relatif masih lebih baik sehingga prospek ekonomi di Indonesia pada saat krisis masih relatif bagus.

Berbeda dengan kondisi sebelumnya, pada saat ini virus Corona mengganggu dua sisi aktivitas ekonomi sekaligus, baik dari sisi permintaan (demand) maupun dari sisi penawaran (supply).

Baca Juga: Update Corona di Indonesia, Senin (11/5): 14.265 kasus, 2.881 sembuh, 991 meninggal

Berdasarkan pandangan tersebutlah, Yusuf memperkirakan pemulihan ekonomi akan memakan waktu yang cukup lama.

"Selama periode ketidakpastian melanda global dan belum ditemukannya vaksin yang tepat, maka berbagai risiko akan terus terjadi. Apalagi proses recovery ekonomi juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar," kata Yusuf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×