kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Aplikasi SNI baru capai 20%


Rabu, 03 November 2010 / 15:17 WIB
Aplikasi SNI baru capai 20%
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang kertas mata uang rupiah


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kesadaran perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) masih rendah. Terbukti dari ribuan SNI yang sudah ada baru terpakai 20%.

Kepala Badan Standardisasi Indonesia (BSN) Bambang Setiadi mengungkapkan setiap tahun ada 200 SNI tetapi belum banyak yang diaplikasikan. Dia menduga banyak pengusaha yang tidak mengetahui SNI tersebut karena kurang sosialisasi.

Selain itu, Bambang mengatakan kebijakan penerapan SNU belum tegas. Dia menilai pemberlakukan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Penggunaan SNI tidak tegas.

Ke depannya, Bambang berharap bisa meningkatkan penggunaan SNI dengan pihak ketiga terutama dari institusi pendidikan. Dia berharap bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menerapkan mata kuliah standardisasi. "Tujuannya, agar mahasiswa bisa mengetahui pentingnya standardisasi sehingga saat memasuki dunia kerja, mereka bisa mengaplikasikan di lingkungan kerjanya," terang Bambang.

Untuk mencapai tujuan ini, BSN telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di empat daerah. Ini meliputi, Tanjung Pura, Riau, Palangkaraya, dan Samratulangi. Sebelumnya, BSN sudah menjalin kerjasama dengan 18 universitas, seperti Universitas Diponegoro di Semarang, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×