kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Apindo: Perpes Tenaga Kerja Asing hanya untuk mempercepat proses


Rabu, 25 April 2018 / 20:28 WIB
ILUSTRASI. Para Pekerja Asing Menyebrangi Jalan Kebon Sirih


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesa (Apindo) Hariyadi Sukamdani menegaskan, Peraturan Presiden No.20/2018 tentang Pengadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) bukan untuk melonggarkan TKA masuk ke Indonesia. Tapi, beleid itu untuk mempercepat proses TKA yang ada.

"Coba dilihat, itu tidak ada namanya membuka lebar-lebar untuk TKA, tapi sebetulnya, untuk mempercepat proses saja," ungkap dia di Jakarta, Rabu (25/4).

Dia menerangkan, Perpres ini hanya membuat peran pemerintah lebih aktif. "Jadi, yang tadinya mereka pengusaha yang mengejar-ngejar pemerintah. Jadi, sekarang untuk rekomendasi pemerintah harus aktif. Kalau dalam beberapa hari rekomendasi tidak selesai, maka dianggap setuju, sudah itu saja, karena aturan lain tidak berubah," jelas dia.

Maka dari itu, dia menilai wajar jika kontroversi Perpres ini timbul menjelang tahun politik. "Jadi politisi suka goreng-goreng," tambah Hariyadi. Padahal, dia mengaku, pengusaha cenderung enggan menggunakan TKA karena dinilai terlalu mahal.

Sebab, terlalu banyak insentif yang dikeluarkan pengusaha untuk biaya TKA seperti, biaya keluarga, dan pengambilan cuti yang jauh lebih panjang. Kemudian ia juga menyampaikan, dirinya mendukung untuk meningkatkan nvestasi melalui Perpres No. 20/2018.

"Memang, Perpres itu erat dengan investasi, apalagi masalah TKA ini dikeluhkan investor prosesnya yang lama, kalau tidak begitu nanti nanti tidak mulai-mulai kerjanya," tutup dia.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×