kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Apindo berharap pembangunan pipa gas distribusi di Jawa Tengah menjadi prioritas


Rabu, 18 September 2019 / 18:30 WIB
ILUSTRASI. PENYALURAN GAS UNTUK INDUSTRI


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah meminta pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi di wilayah itu. Pasalnya dengan berdirinya sejumlah kawasan industri baru seperti di Kendal, Semarang dan Ungaran, kebutuhan energi yang lebih efisien menjadi sangat mendesak.

Ketua Apindo Jawa Tengah Frans Kongi mengatakan, ketersediaan energi akan menjadi salah satu kunci utama kehadiran investor maupun pelaku usaha di Jawa Tengah. Oleh karena itu, ia sangat bersyukur Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), melalui PT Pertagas, membangun jaringan pipa gas transmisi dari Gresik menuju Semarang.

Proyek pembangunan pipa gas berdiamater 28 inchi sepanjang 267 km itu dinilai akan memberikan dampak positif bagi Jawa Tengah. Karena selama ini para pelaku usaha di wilayah ini sangat tergantung pada BBM dan batubara yang harganya fluktuatif dan tidak ramah lingkungan. 

Baca Juga: Pengusaha pastikan tidak ada pasal yang jegal industri di UU SDA

Frans bilang, agar kehadiran proyek pipa transmisi itu dapat segera dioptimalkan saat gas mulai masuk, pembangunan pipa distribusi yang akan mengalirkan gas ke konsumen akhir juga harus dipercepat.

"Pengusaha di Jawa Tengah sudah sejak lama menunggu hadirnya sumber energi alternatif selain BBM dan batubara Dengan adanya jaringan pipa gas bumi, kami berharap ketersediaan energi di Jawa Tengah semakin besar dan efisien," jelas Frans Kongi, Rabu (18/9).

Pembangunan jalur pipa gas transmisi Gresik-Semarang merupakan tindak lanjut dari eksplorasi gas bumi di Blok Jambaran Tiung Biru (JTB) Bojonegoro, Jawa Timur. 

Proyek JTB dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dan telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). 

Baca Juga: Waspada, Sinyal Perlambatan Ekonomi Semakin Menguat

Dengan kapasitas sales gas sebesar 192 MMSCFD, produksi gas JTB akan dialirkan melalui pipa Gresik-Semarang. Sesuai proyeksi, lapangan JTB memiliki kandungan gas hingga sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF).

Selain memasok kebutuhan untuk Jawa Timur, gas dari JTB juga akan mengaliri PLTGU Tambak Lorok di Semarang dan pelaku usaha lainnya di Jawa Tengah. 




TERBARU

[X]
×