kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Antisipasi virus corona, pemerintah perketat impor produk pertanian


Senin, 27 Januari 2020 / 17:49 WIB
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto; Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; dan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menjadi narasumber pada Rapat Kerja (Raker) Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri yang berlangsung di Kantor


Reporter: | Editor: Handoyo

"Pengetatan tentu kita harus lakukan. Kekhawatiran yang berlebihan juga tidak perlu dilakukan walaupun tentu antisipasi antisipasi untuk mengatakan security harus kita lakukan," ujar Syahrul.

Baca Juga: Khawatir virus corona, pabrik di Morowali setop mempekerjakan warga negara China

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, saat ini belum ada dampak dari virus corona terhadap perdagangan Indonesia - Tiongkok.

"Biasanya kalau yang namanya ekspor itu dampaknya sekitar 6 bulan ke depan baru kelihatan. Jadi nggak sekarang kasus, sekarang kelihatan," kata Indrasari.

Indrasari mengatakan, pihaknya akan terus memonitor dampak perdagangan dengan adanya virus corona tersebut. Jika nantinya ada pengajuan impor, Kemdag akan berkoordinasi dengan Badan Karantina Pertanian dan Kementerian Kesehatan.

"Kita harus koordinasi dengan Barantan (Badan Karantina Pertanian) Kan kita harus tahu dulu penularannya dari mana saja kan. Dengan barang yang masuk itu apa bisa. Kita juga bicara dengan Kementerian Kesehatan. Antisipasi pasti ada. Kita bicara dengan teman- teman Barantan, apa kebijakan yang harus diambil," jelas Indrasari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×