kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.161   74,00   0,41%
  • IDX 5.931   6,48   0,11%
  • KOMPAS100 771   -0,03   0,00%
  • LQ45 589   -0,41   -0,07%
  • ISSI 205   1,12   0,55%
  • IDX30 333   -0,29   -0,09%
  • IDXHIDIV20 413   -0,43   -0,10%
  • IDX80 88   0,08   0,09%
  • IDXV30 112   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 107   -0,24   -0,23%

Antisipasi Efek El-Nino, Kementan Buat Gerakan Tanam Padi 500.000 Hektare


Senin, 07 Agustus 2023 / 20:49 WIB
Antisipasi Efek El-Nino, Kementan Buat Gerakan Tanam Padi 500.000 Hektare
ILUSTRASI. Sebagai langkah mitigasi El-Nino, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan gerakan nasional (gernas) tanam padi 500.000 hektare di 10 provinsi di Indonesia.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai langkah mitigasi El-Nino, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan gerakan nasional (gernas) tanam padi 500.000 hektare di 10 provinsi di Indonesia.

Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Serelia Kementerian Pertanian Gandi Purnama mengatakan, penanaman padi dilakukan pada bulan Agustus dan diprediksi bisa mulai panen pada November 2023 yang akan datang.

"500.000 ribu hektare itu kita bisa menjaga ketersedian 1,5 juta beras," kata Gandi dalam dalam FGD antisipasi menghadapi kemarau dan bencana kekeringan tahun 2023, Senin (7/8).

Baca Juga: Ada El Nino, Mendagri Minta Daerah Cek Ketersediaan Pangan Masing-Masing Wilayah

Kementan telah menyiapkan 6 wilayah utama sebagai pelaksanaan program gernas. Yakni di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi lainya.

Kemudian terdapat 4 provinsi pendukung yaitu Lampung, Banten, Kalimantan Selatan dan NTB.

Koordinator Pengendalian OPT Serealia, Gandi Purnama
Koordinator Pengendalian OPT Serealia, Gandi Purnama

"Kita percepat tanam, kalau Agustus kita tanam harapanya novermber sudah bisa panen dengan pengawalan super ketat antar lini dari daerah ke pusat," jelas Gandi.

Asal tahu saja, fenomena El-Nino mulai terjadi di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak El-Nino akan terjadi pada bulan Agustus-Septmber tahun ini.

BMKG juga menyebut, El-Nino tahun ini akan lebih kering dari fenomena El-Nino pada tiga tahun lalu.

Baca Juga: BMKG: 7 Wilayah Terancam kekeringan Ekstrem karena El-Nino

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×