kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Antisipasi Efek El-Nino, Kementan Buat Gerakan Tanam Padi 500.000 Hektare


Senin, 07 Agustus 2023 / 20:49 WIB
ILUSTRASI. Sebagai langkah mitigasi El-Nino, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan gerakan nasional (gernas) tanam padi 500.000 hektare di 10 provinsi di Indonesia.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai langkah mitigasi El-Nino, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan gerakan nasional (gernas) tanam padi 500.000 hektare di 10 provinsi di Indonesia.

Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Serelia Kementerian Pertanian Gandi Purnama mengatakan, penanaman padi dilakukan pada bulan Agustus dan diprediksi bisa mulai panen pada November 2023 yang akan datang.

"500.000 ribu hektare itu kita bisa menjaga ketersedian 1,5 juta beras," kata Gandi dalam dalam FGD antisipasi menghadapi kemarau dan bencana kekeringan tahun 2023, Senin (7/8).

Baca Juga: Ada El Nino, Mendagri Minta Daerah Cek Ketersediaan Pangan Masing-Masing Wilayah

Kementan telah menyiapkan 6 wilayah utama sebagai pelaksanaan program gernas. Yakni di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi lainya.

Kemudian terdapat 4 provinsi pendukung yaitu Lampung, Banten, Kalimantan Selatan dan NTB.

Koordinator Pengendalian OPT Serealia, Gandi Purnama
Koordinator Pengendalian OPT Serealia, Gandi Purnama

"Kita percepat tanam, kalau Agustus kita tanam harapanya novermber sudah bisa panen dengan pengawalan super ketat antar lini dari daerah ke pusat," jelas Gandi.

Asal tahu saja, fenomena El-Nino mulai terjadi di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak El-Nino akan terjadi pada bulan Agustus-Septmber tahun ini.

BMKG juga menyebut, El-Nino tahun ini akan lebih kering dari fenomena El-Nino pada tiga tahun lalu.

Baca Juga: BMKG: 7 Wilayah Terancam kekeringan Ekstrem karena El-Nino

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×