kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Anggota DPR Tolak Skema Pembatasan BBM Bersubsidi


Kamis, 22 Juli 2010 / 16:01 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Parlemen mempertanyakan skema pembatasan subsidi bahan bakar minyak yang dilakukan pemerintah. Pasalnya, DPR menganggap mekanismenya masih belum jelas dan bisa menimbulkan praktik pencurian BBM bersubsidi.

Sekadar Anda tahu, pemerintah berencana menjalankan sistem penyaluran BBM bersubsidi secara tertutup. Rencananya, mobil dengan tahun-tahun tertentu bakal dilarang menggunakan BBM bersubsidi.

Bagi DPR, rencana pemerintah tersebut bukanlah solusi yang pas. Sebab, pembatasan itu akan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. "Mekanismenya akan sulit dilaksanakan, ribet," kata Setya W. Yudha, anggota Komisi VII DPR, Kamis (22/7).

Sebab, dia menduga, bila rencana tersebut berjalan, penjualan BBM bersubsidi harus memilah-milah pembelinya. "Setiap pembelian harus mengecek Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), kan repot," kata Setya.

Selain itu, dia menilai, rencana pembatasan itu masih menimbulkan celah bagi pihak-pihak tertentu. "Nanti ada pemilik mobil baru yang memborong BBM bersubsidi dengan menggunakan mobil lamanya," kata Setya.

Menurut Setya, bila pemerintah ingin mengurangi beban subsidi, ada solusi yang lebih efektif. Antara lain dengan pajak progresif bagi pemilik mobil lebih dari satu unit. Kemudian, pajak progresif bagi pemilik mobil antik. "Hasil pajak progresif tersebut bisa saja dialokasikan ke BBM subsidi," kata Setya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×