kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Anggota DPR sebut 3 faktor turunnya jumlah pemudik


Senin, 12 Agustus 2013 / 11:11 WIB
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PPP, Muhammad Arwani Thomafi, mengakui jumlah pemudik tahun ini mengalami penurunan. Dia mengklaim, setidaknya ada 3 faktor penyebabnya.

Pertama, pergeseran perspektif masyarakat menyangkut silaturahmi Lebaran. Menurutnya, masyarakat kini semakin banyak yang memahami bahwa silaturahmi dengan keluarga tak harus dilakukan tepat pada hari H Lebaran.

"Sehingga banyak saya temui, mereka baru berangkat mudik justru setelah Hari Raya Idul Fitri atau justru di hari lain," ujar Arwani saat dihubungi KONTAN, Senin (12/8).

Kedua, menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP tersebut, kecanggihan perangkat teknologi informasi juga turut berperan.

Dengan semakin massifnya internet serta smartphone, banyak masyarakat yang memilih tidak harus mudik langsung ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga.

Ketiga, Arwani juga mengakui semakin beratnya beban ekonomi warga masyarakat akibat semakin tingginya inflasi pasca kenaikan BBM. Kondisi ini otomatis memperbesar biaya yang diperlukan untuk mudik.

"Tapi untuk faktor terakhir ini, menurut saya tidak dominan. Tetapi harus dilakukan kajian untuk memastikannya," pungkasnya.

Catatan saja, menurut Data Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2013, jumlah pemudik sejak H-7 sampai H-1 mencapai 7,37 juta orang. Angka ini menurun 7,13% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 7,94 juta orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×