kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.543   43,00   0,25%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Anggota DPR meminta Pertamina kelola Blok Rokan


Rabu, 03 Juni 2015 / 18:08 WIB
ILUSTRASI. Catat, Ini Cara Cek Sertifikat Vaksin Booster di Aplikasi SatuSehat Mobile


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru meminta pemerintah menunjuk Pertamina agar mengelola sepenuhnya Blok Rokan Riau yang akan habis kontrak dengan PT Chevron Pacifik Indonesia pada 2021. “Blok Rokan harus sepenuhnya dikelola Pertamina “ ujar Falah dalam siaran pers, Rabu (03/06).

Sebelumnya Kepala Unit Pengendali Kinerja Kementerian ESDM Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan, sesuai Permen ESDM No. 15 Tahun 2015, Chevron selaku kontraktor lama dari Pertamina memang bisa sama-sama mengajukan pengelolaan blok habis kontrak. “Namun pemerintah akan memprioritaskan pengelolaan blok habis kontrak ke Pertamina,” ujarnya.

Menurut Widhyawan, semangat Permen ESDM 15/2015 adalah memprioritaskan Pertamina untuk mengelola blok-blok habis kontrak khususnya dengan produksi migas besar yang dikelola perusahaan asing sudah cukup lama. “Sementara untuk blok dengan produksi migas kecil dan kini dikelola perusahaan nasional kemungkinan akan tetap diperpanjang,” ujarnya.

Menurut Falah, Chevron sudah 50 tahun menguasai Blok Rokan. Maka itu sudah saatnya pemerintahan Jokowi-JK mengambil alih pengelolaannya ke Pertamina.

Hal ini, kata Falah sejalan dengan semangat Nawa Cita untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Pengelolaan Blok Rokan oleh Pertamina merupakan salah satu bagian mewujudkan kemandirian ekonomi,” kata politikus PDIP ini.

Ia menegaskan, saat ini masih ada waktu sekitar enam (6) tahun bagi Pertamina untuk mempersiapkan diri sebelum mengambil alih Blok Rokan untuk sepenuhnya dikelola. Misalnya, mempersiapkan SDM, cetak biru (blue print) Pertamina untuk mengelola Blok Rokan, dan alih teknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×