kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Anggota DPR dukung penghematan anggaran K/L


Jumat, 08 Oktober 2010 / 16:46 WIB
ILUSTRASI. PASOKAN PERDANA LNG BLOK MAHAKAM ke FSRU Nusantara Regas


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani Hilman mendukung langkah pemerintah memperketat anggaran kementerian dan lembaga. Tujuannya agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak membengkak.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini bilang anggaran belanja pegawai bisa hemat. Dewi melihat, anggaran studi banding yang dilakukan kementerian dan lembaga sangat besar. "Di DPR memang ada dana untuk kunjungan ke luar negeri, tapi di pemerintah juga lebih banyak lagi," kata Dewi, Jumat (8/10).

Sekadar mengingatkan, pemerintah sudah menaikkan defisit pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 dari 1,7% menjadi 1,8%. Secara nominal, defisit tersebut naik dari Rp 115,7 triliun menjadi Rp 124,3 triliun. Kenaikan itu salah satunya untuk menutupi kekurangan dana akibat pembatalan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15% pada awal 2011.

Sebelumnya, pemerintah bersikukuh untuk menaikkan TDL tersebut. Sebab, bila tidak naik, pemerintah akan kekurangan dana sekitar Rp 8 triliun - Rp 12 triliun. Namun, DPR menolak hal itu karena awalnya pemerintah sudah sepakat agar TDL tidak naik.

Dewi mengakui, peningkatan defisit merupakan cara paling mudah agar pemerintah tidak kesulitan anggaran lagi. Namun, ia mengingatkan, pemerintah tetap harus melakukan efisiensi agar defisit tidak makin bertambah. "Pengeluaran yang tidak perlu harus diminimalkan," kata Dewi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×