kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Tutupi pembengkakan, Banggar naikkan defisit RAPBN 2011


Selasa, 05 Oktober 2010 / 18:40 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Ada saja langkah pemerintah untuk menutupi pembengkakan anggaran pada 2011. Dikabarkan, pemerintah akan menaikkan defisit anggaran dari 1,7% menjadi 2,1%.

Strategi ini ditempuh setelah rencana pemerintah untuk membatalkan penundaan tarif listrik 15% pada Januari 2010 dan penurunan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dari 38,5 juta KL menjadi 36,7 juta KL ditolak DPR. Khusus untuk listrik, diperkirakan pemerintah akan defisit Rp 12 triliun.

Kabarnya wacana ini sudah diputuskan di Setgab, Senin (4/10) malam. Hanya saja, pemerintah memang belum mengajukan kenaikan itu secara resmi ke DPR.

Namun, wacana ini sudah ramai dibicarakan di kalangan dewan. "Karena, itu adalah satu-satunya jalan bagi pemerintah," kata Anggota Badan Anggaran (Banggar), Romahurmuziy, yang juga anggota Komisi VII DPR, Selasa (5/10).

Wacana ini akan menjadi pembahasan lanjutan di Banggar, Selasa malam di Kopo, Bogor. "Tunggu saja, kabarnya nanti malam," tambah Romahurmuziy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×