kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Rasio defisit anggaran tahun depan naik jadi 1,8%


Kamis, 07 Oktober 2010 / 13:30 WIB
Rasio defisit anggaran tahun depan naik jadi 1,8%
ILUSTRASI. Proyek pembangunan perumahan milik Intiland


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat menetapkan defisit anggaran pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 sebesar Rp 124,3 triliun atau 1,8% dari produk domestik bruto (PDB). Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan asumsi defisit 2011 usulan pemerintah yang hanya Rp 115,7 triliun atau 1,7% dari PDB.

Pejabat Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal Agus Suprijanto mengatakan, kesepakatan pemerintah dan DPR tercapai dalam forum Badan Anggaran DPR. "Defisit disepakati 1,8% atau Rp 124,3 triliun," ucap Agus kepada KONTAN, Kamis (7/10).

Menurut Agus, pemerintah sepakat untuk memperbesar defisit anggaran lantaran ada permintaan DPR untuk menaikkan asumsi RAPBN 2011. "Belanja negara naik menjadi Rp 1.229,2 triliun dan asumsi pendapatan dan hibah menjadai Rp 1.104,9 triliun," jelas Agus.

BKF menilai, kenaikan defisit anggaran sebesar 1,8% masih moderat. Kendati demikian Agus mengatakan pemerintah tidak akan menaikkan jumlah utang. "Bukan dari utang tetapi pemerintah ambil dari sisa anggaran lebih (SAL) Rp 5 triliun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×