CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Rasio defisit anggaran tahun depan naik jadi 1,8%


Kamis, 07 Oktober 2010 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. Proyek pembangunan perumahan milik Intiland


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat menetapkan defisit anggaran pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 sebesar Rp 124,3 triliun atau 1,8% dari produk domestik bruto (PDB). Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan asumsi defisit 2011 usulan pemerintah yang hanya Rp 115,7 triliun atau 1,7% dari PDB.

Pejabat Sementara Kepala Badan Kebijakan Fiskal Agus Suprijanto mengatakan, kesepakatan pemerintah dan DPR tercapai dalam forum Badan Anggaran DPR. "Defisit disepakati 1,8% atau Rp 124,3 triliun," ucap Agus kepada KONTAN, Kamis (7/10).

Menurut Agus, pemerintah sepakat untuk memperbesar defisit anggaran lantaran ada permintaan DPR untuk menaikkan asumsi RAPBN 2011. "Belanja negara naik menjadi Rp 1.229,2 triliun dan asumsi pendapatan dan hibah menjadai Rp 1.104,9 triliun," jelas Agus.

BKF menilai, kenaikan defisit anggaran sebesar 1,8% masih moderat. Kendati demikian Agus mengatakan pemerintah tidak akan menaikkan jumlah utang. "Bukan dari utang tetapi pemerintah ambil dari sisa anggaran lebih (SAL) Rp 5 triliun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×