kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.852   9,00   0,05%
  • IDX 8.197   -68,03   -0,82%
  • KOMPAS100 1.155   -12,50   -1,07%
  • LQ45 828   -11,24   -1,34%
  • ISSI 294   -1,77   -0,60%
  • IDX30 431   -4,91   -1,13%
  • IDXHIDIV20 516   -5,62   -1,08%
  • IDX80 129   -1,50   -1,15%
  • IDXV30 142   -0,76   -0,53%
  • IDXQ30 139   -1,92   -1,36%

Anggota DPR berharap anggaran Kemendikbudristek 2022 tak dipangkas, ini alasannya


Kamis, 27 Mei 2021 / 23:22 WIB
Anggota DPR berharap anggaran Kemendikbudristek 2022 tak dipangkas, ini alasannya
ILUSTRASI. Siswa SMK


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) hampir dipastikan bakal bertambah. Di tengah penambahan kewenangan dan beban yang harus ditanggung, anggaran untuk pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2022 malah dipangkas sampai Rp10,52 triliun dibandingkan anggaran tahun 2021.

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Hetifah Sjaifudian mengatakan, saat Kemendikbud dan Kemenristek dilebur, anggaran antar kedua kementerian semestinya digabung atau bahkan dinaikkan dari total tahun 2021 mengingat fokus kementerian ini adalah menciptakan sumberdaya manusia unggul. “Kami menunggu penjelasan pemerintah mengenai dasar diambilnya keputusan ini,” ujar Hetifah dalam keterangannya, Kamis (27/5).

Baca Juga: Yang cari beasiswa, ada kesempatan 9 program beasiswa pendidikan vokasi nih

Berdasarkan paparan Bappenas yang beredar, anggaran pendidikan tahun 2022 tercatat Rp149,97 triliun, turun dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp160,49 triliun. Hetifah pun sangat menyesalkan rencana penurunan anggaran pendidikan di Kemendikbudristek tahun 2022. 

“Kami berharap hal ini tidak jadi direalisasikan dan anggaran Kemendikbudristek minimal bisa tetap sama dengan anggaran tahun 2021 agar pembangunan pendidikan dapat maksimal dan terfokus,” tegas dia.

Hal senada disampaikan Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji. Ia mengungkapkan rencana ini makin menjadi bukti pemerintah sedang main-main dan hanya retorika dan pencitraan. Padahal, beban yang ditanggung Kemendikbudristek saat ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×