kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Anggaran Rp 500 miliar untuk subsidi ongkir di hari belanja online jelang Lebaran


Rabu, 07 April 2021 / 19:51 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk mendorong konsumsi menjelang Lebaran. Anggaran itu untuk mensubsidi ongkos kirim pada belanja melalui sistem elektronik.

Rencananya, upaya peningkatan konsumsi melalui program hari belanja nasional akan dilakukan pada 10 hari dan 5 hari menjelang hari raya Idul Fitri.

"Pemerintah akan mensubsidi ongkos kirim sehingga pemerintah menyiapkan (anggaran) Rp 500 miliar," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Presiden, Rabu (7/4).

Hari belanja nasional yang digelar dalam platform online itu akan dilakukan bagi produk dalam negeri. Diharapkan adanya hari belanja nasional akan menggenjot konsumsi masyarakat di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Baca Juga: Pemerintah memutuskan pengusaha wajib membayar THR karyawan

Selain hari belanja nasional, upaya menggenjot konsumsi masyarakat akan dilakukan dengan penyaluran bantuan sosial. Percepatan bantuan sosial diharapkan Memberi dampak ekonomi hingga Rp 14,12 triliun.

"Sehingga tentu harapannya produk domestik bruto (PDB) di kuartal kedua bisa tumbuh positif," terang Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Penyaluran bantuan sosial juga akan dilakukan dalam bentuk beras melalui Perum Bulog. Sehingga nantinya Bulog akan mendapatkan pemasukan sebesar Rp 2 triliun yang dapat digunakan untuk membeli gabah petani.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan. Ini diperkirakan akan memberi dampak ekonomi sebesar Rp 215 triliun.

Selanjutnya: THR karyawan Rp 215 triliun dan program ini jadi andalan Pertumbuhan Kuartal II-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×