kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.720   76,91   1,36%
  • KOMPAS100 740   12,02   1,65%
  • LQ45 561   7,45   1,35%
  • ISSI 199   2,41   1,23%
  • IDX30 318   3,56   1,13%
  • IDXHIDIV20 391   1,72   0,44%
  • IDX80 84   1,30   1,56%
  • IDXV30 107   -0,03   -0,03%
  • IDXQ30 102   0,71   0,69%

Anggaran kesehatan penanggulangan corona dinilai kurang, begini respon skepala BKF


Kamis, 04 Juni 2020 / 15:34 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenekeu Febrio Nathan Kacaribu


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Ia juga mengatakan masalah yang saat ini dihadapi oleh pemerintah bukanlah kurangnya dana kesehatan, tetapi karena kebutuhan alat kesehatannya (alkes) tidak tersedia.

"Kalau alkesnya ada dan dibutuhkan lebih banyak ya pemerintah siap mengalokasikan. Ini terbukti alokasi awal Rp 75 triluiun sekarang menjadi Rp 87,55 triliun, ini pun belum terpakai semua," kata Febrio.

Baca Juga: Imbas Covid-19, potensi kerugian negara mencapai Rp 316 triliun pada kuartal I-2020

Secara jelas, Kemenkeu akan tetap mendukung kebutuhan dana yang dibutuhkan sebesar apa. Namun, tetap prioritas anggaran di bidang kesehatan tidak perlu dbandingkan dengan yang lain, dikarenakan kebutuhannya berbeda.

Untuk saat ini, anggaran yang dialokasikan masih lebih dari cukup. Apabila ke depannya masih dibutuhkan dana tambahan untuk pemulihan ekonomi, maka Kemenkeu akan melakukan evaluasi ulang tapi yang jelas kebutuhan saat ini memang masih sesuai dengan alokasi dana dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×