kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Anarkisme Bikin Panik Investor Asing


Rabu, 25 Juni 2008 / 16:23 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Test Test

JAKARTA. Ketua Umum Apindo Sofyan Wanandi mengungkapkan banyak pengusaha di dalam dan luar negeri yang mengkhawatirkan kondisi bisnis di Jakarta paska demonstrasi yang berlangsung ricuh dua hari lalu. “Bagi kami, anarkisme itu sangat menakutkan. Pengusaha-pengusaha dari luar negeri  menanyakan pada saya apakah akan terjadi kerusuhan seperti 10 tahun lalu. Ini sangat merugikan,” ujarnya usai mengikuti Penyerahan Penghargaan Pemerintah Keselamatan Kerja di Istana Negara, Rabu (25/6).
 
Sofyan juga meminta mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat intelektual tidak melakukan tindakan anarkis sebab hal tersebut justru akan memperburuk citra mahasiswa di depan masyarakat. Harusnya jika mahasiswa memiliki gugatan, sebaiknya disampaikan secara baik. Anarkisme yang dilakukan oleh mahasiswa justu kontraproduktif dengan apa yang selama ini dibangun pemerintah. “Jalan dirusak, mobil dibakar. Itu bukan mahasiswa, itu preman,” tegasnya. Ia juga yakin demonstrasi yang dilakukan mahasiswa telah ditunggangi oleh pihak-pihak yang bertujuan mengacaukan suasana. “Kami pengusaha takut sekali, itu brutal dan ditunggangi,” katanya. 
 
Sedangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam pidato sambutannya, meminta masyarakat saling menjaga keamanan dan ketertiban. Sebab jika terjadi kerusuhan pasti hal tersebut akan berdampak pada dunia usaha. Padahal selama 10 tahun terakhir pemerintah telah bersusah payah memperbaiki iklim investasi dalam negeri dan membangun perekonomian. “kalau kita tak pandai menjaga bersama-sama, maka yang menderita adalah seluruh rakyat Indonesia. Saya ingatkan kepada semua jangan menggangu ketentraman publik,” katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×