kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Analis: Pemerintah tak akan turunkan BBM


Kamis, 04 Februari 2016 / 17:20 WIB
Analis: Pemerintah tak akan turunkan BBM


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga minyak dunia yang saat ini berada di level US32,69 per barel tentunya menebar harapan bahwa pemerintah akan ikut menurunkan harga jual dari BBM. Nyatanya, kendati sudah cukup lama harga minyak terpuruk, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan menurunkan harga BBM.

Satrio Utomo, Kepala Riset Universal Broker Indonesia mengatakan, pemerintah tidak akan bergeming untuk menurunkan harga BBM. Padahal tahun ini, World Bank telah mengumumkan asumsi harga minyak mentah sepanjang tahun yang secara rerata akan berada di level US$ 37 per barel.

"Kita sulit mengharapkan harga BBM turun. Pemerintah tidak akan menurunkan BBM malah pemerintah akan mempertahankan kondisi saat ini dalam waktu yang cukup lama supaya inflasi membaik," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (4/2).

Senada, Lucky Bayu Purnomo, Analis LBP Enteprise mengatakan bahwa harga minyak pada tahun ini tidak akan lebih tinggi dari US$ 40 per barel. Perbaikan harga yang sempat terjadi beberapa waktu lalu trennya tidak akan terlalu signifikan apalagi bisa kembali ke harga normal.

"Minyak tahun ini paling tinggi sekitar US$ 37 per barel dan sedangkan terendah itu US$ 27. Nah yang terendah kan kemarin sudah kita alami dan kelihatan sekali dampaknya," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×