Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mendorong pemerintah menyiapkan skema bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khusus untuk petani. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menekan biaya produksi pertanian yang masih bergantung pada penggunaan BBM.
Usulan itu disampaikan Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Amran mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah memperjuangkan agar petani memperoleh alokasi BBM dengan harga khusus untuk menunjang kegiatan produksi pertanian.
“Kami minta jatah, ada jatah kita berapa? 1 juta? 1,5 juta (kilo lliter) untuk petani, kami minta khusus untuk harga khusus, harga subsidi untuk petani,” kata Amran dalam rapat tersebut.
Menurut Amran, kebutuhan BBM bersubsidi bagi petani berkaitan erat dengan berbagai aktivitas produksi pertanian. Salah satunya untuk mendukung operasional mesin-mesin pertanian dan pompa yang masih menggunakan bahan bakar minyak.
Kementan, lanjut Amran, sebelumnya juga telah berupaya mengusulkan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dapat melayani kebutuhan BBM di kawasan pertanian.
Baca Juga: Inflasi Agustus 2026 Naik, Risiko Tekanan Harga Pangan Masih Membayangi
“Kami sudah upayakan juga mengusulkan agar buat SPBU,” ujar Amran.
Namun demikian, Amran mengakui penyediaan SPBU khusus di kawasan pertanian menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya karena lokasi lahan sawah yang tersebar di berbagai wilayah sehingga sulit menentukan titik layanan yang dapat menjangkau petani secara optimal.
Kondisi tersebut berbeda dengan sektor perikanan tangkap, khususnya nelayan, yang memiliki titik aktivitas lebih terpusat di kawasan perairan dan pelabuhan.
Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan skema distribusi BBM yang lebih sesuai dengan karakteristik sektor pertanian. Dengan demikian, petani dapat memperoleh akses energi dengan harga yang lebih terjangkau tanpa menghambat kegiatan produksi.
Dorong Pompa Sawah Gunakan Listrik
Selain memperjuangkan BBM bersubsidi khusus petani, Amran juga mendorong pemanfaatan listrik untuk mendukung kebutuhan pompa air di area persawahan.
Menurut dia, perluasan jaringan listrik hingga ke kawasan pertanian dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pompa yang menggunakan solar.
“Dan juga secara bersamaan listrik, listrik kita masuk untuk pompa-pompa supaya mengurangi pompa menggunakan solar. Listrik masuk sawah,” jelasnya.
Pemanfaatan listrik untuk pompa persawahan diharapkan dapat membantu petani menekan biaya operasional, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam kegiatan produksi pangan.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mempertahankan keberlanjutan swasembada pangan yang telah dicapai Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Proses Perusahaan Penyebab Karhutla, Total Kerugian Capai Rp 5,3 Triliun
Dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI, Amran memaparkan sejumlah program Kementan yang diarahkan untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Target Produksi Beras 2027 Capai 34 Juta Ton
Sebelumnya, Amran menyampaikan pemerintah menargetkan produksi beras nasional pada 2027 mencapai 34 juta ton.
Selain beras, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas strategis, mulai dari jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, dan cabai hingga komoditas perkebunan serta peternakan.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu memastikan ketersediaan berbagai sarana produksi yang dibutuhkan petani. Akses terhadap energi dengan biaya terjangkau menjadi salah satu faktor penting karena berpengaruh terhadap biaya produksi di tingkat petani.
Amran menegaskan pemerintah akan terus menjaga keberlanjutan swasembada pangan Indonesia. Dukungan terhadap petani melalui penyediaan sarana produksi, infrastruktur, serta akses energi menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














