kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Amir Syamsuddin ogah bicara soal demokrat


Rabu, 06 Maret 2013 / 13:51 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BNI hari ini Selasa 19 Oktober 2021, cek sebelum tukar valas./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/10/2018..


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Amir Syamsuddin sepertinya bosan menanggapi masalah yang menimpa Partai Demokrat belakangan ini. Keluh kesah itu disampaikannya seusai menggelar rapat dengan komisi III DPR siang ini (6/3).

"Saya itu menteri, tidak berkomunikasi sebagai utusan dari Demokrat," ujar Amir saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/3). Menurutnya, masalah yang terjadi di partai Demokrat cukup ditanyakan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Sebab, kata Amir, saat ini dia bukanlah utusan dari Partai Demokrat. "Sekarang Anda bertanya ke DPP saja, kalau saya jawab, nanti Menteri di bilang mengurus partai," kata Amir yang menolak pertanyaan terkait partai Demokrat.

Amir Syamsuddin yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat bilang, pihaknya akan melakukan konsultasi ke KPU untuk menyelesaikan masalah pasal 57 UU No 8 Tahun 2012 tentang Pemilu.

Menurutnya, partai berlambang mercy itu ingin mengetahui pandangan KPU terkait adanya kewajiban tanda tangan Ketua Umum saat penyerahan Daftar Caleg Sementara (DCS) 9 April. Kekisruhan itu muncul setelah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mundur karena terjerat kasus Hambalang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×