kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Amdal proyek enam ruas jalan tol sudah diteken


Rabu, 15 Januari 2014 / 07:01 WIB
Amdal proyek enam ruas jalan tol sudah diteken
ILUSTRASI. Aplikasi BRImo. Bank BRI Proyeksi Nilai Transaksi BRImo Tembus Rp 2.500 Triliun di Penghujung 2022.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Ghazali mengungkapkan, penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk proyek enam ruas tol dalam kota DKI Jakarta direncanakan akan berlangsung pada Maret 2014.

Hal ini menyusul telah ditekennya surat hasil analisis dampak lingkungan (amdal) proyek bernilai Rp 42 triliun tersebut oleh Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada awal Januari lalu.
 
“Awalnya memang amdal akan diteken oleh Gubernur DKI Jakarta. Tetapi, beliau menunjuk BPLHD untuk menandatangani hasil amdal,” ungkap Gani akhir pekan lalu.

Menurutnya, izin amdal yang dikeluarkan oleh BPLHD tersebut berlaku untuk seluruh seksi pada proyek tol tersebut, meski dalam pelaksanaan nantinya direncanakan ada dua ruas yang terbangun paling awal.

Kedua seksi itu adalah ruas Semanan-Sunter sepanjang 20,23 kilometer(k) dan Sunter-Pulo Gebang sepanjang 9,44 km.  
 
Dengan telah terbitnya hasil amdal, Gani meminta PT Jakarta Tollroad Development (JTD) selaku pemegang konsesi proyek tersebut untuk mempersiapkan kelengkapan dokumen terkait rencana penandatanganan PPJT tersebut.

“Setelah dilakukan penandatanganan, badan usaha juga harus mencari pendanaan, karena nilai proyek ini cukup besar,” katanya.
 
Sekedar informasi, proyek enam ruas tol dalam kota Jakarta diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 42 triliun. Jalan tol yang akan dibuat melayang ini akan terbagi menjadi enam seksi. Selain ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang, ada pula ruas Duri Pulo-Kampung Melayu (12,65 km), Ulujami-Tanah Abang (8,7 km), Kemayoran-Kampung Melayu (9,6 km), dan Pasar Minggu-Casablanca (9,15 km).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×