kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Alasan Tapera untuk masyarakat berpenghasilan mini


Jumat, 04 Maret 2016 / 19:52 WIB


Reporter: Silvana Maya Pratiwi , Silvana Maya Pratiwi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Meskipun peserta yang dibebankan dalam membayar iuran Tapera ini dibebankan kepada para pemberi kerja, pekerja, dan pekerja mandiri. Tapi, yang bisa menikmati pemanfaatan hunian rumah murah ini hanya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) beralasan, masyarakat berpenghasilan rendahlah yang mengalami masalah pembiayaan perumahan.

Jika program ini dibuka bagi semua kalangan, kata Maurin, maka bank akan memprioritaskan masyarakat berpenghasilan tinggi untuk dilayani. "Nanti, masyarakat yang berpenghasilan rendah menyubisidi masyarakat berpenghasilan tinggi, itu kan tidak adil. Itu namanya regressive subsidies," ujar Maurin di Jakarta, Kamis (3/3)

Tapi, lanjut Maurin, tidak menutup kemungkinan nantinya masyarakat berpenghasilan tinggi bisa menikmati program Tapera ini. "Jika perkembangannya katakanlah 10 tahun kita (masyarakat berpenghasilan tinggi) sudah bisa membantu MBR, bisa saja kita buka untuk semua masyarakat untuk dilayani," tuturnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×