kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45943,04   1,90   0.20%
  • EMAS1.042.000 1,26%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Alasan PDI-P Ngotot Minta Pemerintah Minta Maaf pada Seokarno dan Keluarga


Kamis, 10 November 2022 / 12:43 WIB
Alasan PDI-P Ngotot Minta Pemerintah Minta Maaf pada Seokarno dan Keluarga
DPD PDIP Jatim menggelar rapat konsolidasi internal PDI Perjuangan Jatim, Minggu (30/8/2020). Alasan PDI-P Ngotot Minta Pemerintah Minta Maaf pada Seokarno dan Keluarga.


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menyinggung "dosa" pemerintah era Orde Baru kepada Presiden pertama RI sekaligus Proklamator Kemerdekaan Indonesia, Soekarno atau Bung Karno dan keluarga. 

"Kita tahu bagaimana perlakuan dari pemerintahan yang sangat otoriter saat itu terhadap Bung Karno dan juga keluarganya," kata Hasto ditemui di Makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Kamis (10/11/2022). 

"Sampai misalnya, Ibu Megawati Soekarnoputri untuk sekolah saja, itu tidak bisa melanjutkan kuliahnya karena aspek-aspek politik," kata dia.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Gelar Pahlawan Nasional Bung Karno dan Tak Pernah Khianati Bangsa

Hasto menyampaikan hal tersebut ketika ditanya awak media mengenai apa alasan PDI-P memohon pemerintah sekarang meminta maaf kepada Soekarno beserta keluarga. 

Menurut dia, PDI-P berharap pemerintah segera merespons permintaan itu dengan cara menyampaikan maaf. Ia pun mengutip cerita soal keberanian Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat meminta maaf kepada keluarga korban tragedi 1965. 

"Ya kalau kita lihat, konstalasi yang terjadi pada tahun 60-an kan, konstelasi perang dingin. Gus Dur saja menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban 65," ujar dia. 

Baca Juga: Sejumlah Purnawirawan Jenderal TNI-Polri Gabung PDI-P, Termasuk Atlet Yayuk Basuki

Oleh karena itu, PDI-P berharap kebenaran terhadap apa yang dialami Bung Karno beserta keluarga akan terungkap. 

Hasto lantas mengutip semboyan Bung Karno dan Megawati yaitu "Satyam Eva Jayate" yang artinya kebenaran akhirnya akan menang. "Kebenaran yang sejati itulah yang akan membimbing kita yang akan menang," kata Hasto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ungkit "Dosa" Pemerintah ke Soekarno dan Keluarga, Hasto: Megawati Saja Tak Bisa Lanjutkan Kuliah",
Penulis : Nicholas Ryan Aditya
Editor : Icha Rastika

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Complete Three Statement Modeling

[X]
×