kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Alasan etika, IPB belum mau publikasikan produsen susu bermasalah


Kamis, 27 Januari 2011 / 19:01 WIB


Reporter: Fahriyadi | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan Menteri Kesehatan (Menkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mempublikasikan nama-nama produsen susu formula yang mengandung Enterobacter Sakazakii, bakal menyisakan masalah.

Sri Estuningsih, seorang Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan, pihaknya akan melakukan diskusi dan koordinasi secara institusi mengenai hasil putusan MA yang menolak kasasi pihak IPB, Menkes, dan BPOM tersebut. "Itu artinya kami perlu melakukan kajian terlebih dahulu mengenai putusan ini," ucapnya.

Menurut Sri sebagai pihak peneliti, ia pasti memiliki data siapa-siapa saja pihak produsen susu formula yang sesuai hasil penelitian diketahui mengandung Enterobacter Sakazakii. "Secara etika kami akan menjaga data tersebut dan belum dapat mempublikasikannya," ujarnya.

Ia bilang, saat melakukan penelitian dahulu, pihaknya hanya sekedar meneliti dan melihat kemungkinan kontaminasi bakteri dalam susu formula. "Jadi sesuai dengan tujuannya, kami tak menyebut nama," paparnya.

Mengenai langkah hukum yang akan diambils selanjutnya, ia mengaku belum tahu dan menyerahkan sepenuhnya pada institusi terkait (IPB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×