kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.980
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Alasan BI gunakan sistem variable-rate tender


Rabu, 01 Februari 2017 / 21:16 WIB

Alasan BI gunakan sistem variable-rate tender

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mulai 1 Februari 2017 mengubah mekanisme operasi pasar terbuka dari sebelumnya menggunakan motede harga tetap menjadi variable-rate tenders (VRT). Tercatat BI pernah menggunakan mekanisme VRT sebelum Agustus 2015.

Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia mengatakan, pengembalian mekanisme operasi pasar menjadi VRT ini bertujuan menjaga likuiditas dengan lebih baik.


“Perubahan ini agar BI bisa lebih baik menangkap preferensi dan harga pasar terkaiit likuiditas di berbagai tenor dari 2 minggu sampai 1 tahun,” ujar Mirza, Rabu (1/2).

Terkait dengan perubahan mekanisme operasi pasar terbuka ini, BI masih memberikan panduan kepada pasar melalui rate tertinggi yang dapat ditorerir BI (stop out rate). Pada 2017, BI mengaku akan tetap mengelola moneter dengan prudent agar likuiditas di pasar uang bisa tercukupi dengan baik.

Sementara, PT Bank CIMB Niaga Tbk berharap, dengan adanya perubahan mekanisme operasi pasar terbuka dengan VRT bisa menjaga kestabilan likuiditas. Sebab, dengan adanya operasi pasar terbuka VRT, maka suku bunga fixed rate tendernya bisa kompetitif.

“Likuiditas yang terjaga ini supaya suku bunga deposito dan kredit jangan sampai mengalami kenaikan,” ujar John Simon, Direktur Treasury & Capital Market PT CIMB Niaga Tbk, Rabu (1/1).

John mengatakan, dengan likuiditas yang terjaga diharapkan bisa menahan suku bunga kredit agar tidak naik. Hal ini karena dengan suku bunga rendah diharapkan bisa meningkatkan penyaluran kredit yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Namun, terkait dengan keinginan BI untuk menjaga suku bunga kredit agar tetap rendah diproyeksi akan mendapat tantangan dari luar negeri yaitu faktor Amerika Serikat. Seperti diketahui, The Fed berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya pada tahun ini. Oleh karena itu BI juga harus menjaga suku bunga acuannya agar agar tidak terlalu dekat dengan The Fed.


Reporter: Galvan Yudistira
Editor: Dupla KS
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0555 || diagnostic_web = 0.4786

Close [X]
×