kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Akhiri polemik, Pelindo dan pekerja segera dialog


Selasa, 11 Agustus 2015 / 12:10 WIB
Akhiri polemik, Pelindo dan pekerja segera dialog


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Komite Pengawas Perpanjangan Kerjasama Pengelolaan Jakarta International Container Terminal (JICT) minta PT Pelindo II dan serikat pekerja PT JICT segera berdialog untuk mengakhiri perbedaan pandangan soal pemberian perpanjangan konsesi pelabuhan ke Hutchison Port Holdings (HPH).

Erry Riyana Hardjapamekas, Ketua Komite Pengawas Perpanjangan Kerjasama Pengelolaan JICT mengatakan, dialog antara para pekerja dan perusahaan diperlukan untuk menghindari aksi-aksi yang justru berpotensi merugikan negara akibat terhentinya kegiatan operasi fasilitas pelabuhan. "Kami tidak ingin memperkeruh keadaan, tapi kami ingin semuanya diperjelas," katanya, Senin (10/8).

Asal tahu saja, PT Pelindo II telah memutuskan memperpanjang konsesi bagi Hutchison hingga 2039 dengan nilai kontrak US$ 215 juta. Tapi keputusan ini ditentang oleh Serikat Pekerja JICT karena dinilai merugikan negara.

Menurut Erry, keputusan Pelindo II sejatinya sudah tepat dengan mempertimbangkan beberapa hal. Misalnya, pertama, personalia di Pelindo II belum cukup untuk mengambil alih JICT mengingat keterbatasan sumber daya manusia serta akan dilaksanakannya proyek besar seperti pembangunan terminal Kalibaru.

Kedua, kompensasi yang akan diterima Pelindo jauh lebih baik karena akan ada uang sewa US$ 85 juta per tahun, uang muka premi, serta peningkatan komposisi saham dari semula 49% menjadi 51%. "Ini bisa dimanfaatkan Pelindo II untuk menyiapkan sarana pendukung logistik," katanya.

M Firmansyah, Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja JICT pesimistis bisa berdialog dengan Pelindo II. Bahkan, pihaknya berencana melaporkan Pelindo II ke Kepolisian, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Sulit sepertinya untuk diskusi, kami pernah mengundang perusahaan untuk dialog, tapi sayang manajemen Pelindo II malah tidak ada yang hadir," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×