kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Airlangga: Presiden AS Joe Biden Dukung Indonesia Masuk Anggota OECD


Selasa, 21 November 2023 / 13:44 WIB
Airlangga: Presiden AS Joe Biden Dukung Indonesia Masuk Anggota OECD
ILUSTRASI. Indonesia terus berupaya untuk melanjutkan misinya agar menjadi anggota tetap dari OECD. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID-JAKARTA  Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk melanjutkan misinya agar menjadi anggota tetap dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Keanggotaan ini penting untuk meningkatkan kecepatan dan skala transformasi ekonomi Indonesia untuk mencapai tujuan strategis nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan langsung rencana keanggotaan OECD kepada Presiden Amerika serikat (AS) Joe Biden dalam petemuan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) belum lama ini.

Baca Juga: Resmi! OECD Terbitkan Konvensi Multilateral Pilar 1 Pajak Global

"Indonesia sedang dalam proses untuk masuk menjadi anggota OECD," ujar Airlangga dalam acara Indonesia Economic Outlook Seminar 2024, Selasa (21/11).

Airlangga menyebut, rencana tersebut telah mendapat respon positif dari Joe Biden serta akan siap mendukung sampai Indonesia masuk menjadi anggota OECD.

"Dalam rangkaian APEC kemarin Presiden Joe Biden dan Presiden Jokowi telah sepakat bahwa Amerika mendukung keanggotaan OECD sampai dengan Indonesia masuk menjadi OECD. Tentu ini dukungan yang luar biasa dari Amerika," imbuhnya.

Baca Juga: Pemerintah Galang Dukungan dari Jerman untuk Proses Aksesi OECD Indonesia

Sebelumnya, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto pun sepakat dengan keputusan Presiden Jokowi.

Menurutnya pilihan untuk bergabung dengan OECD lebih sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini, meskipun standarisasi kebijakan level negara-negara OECD masih menjadi tantangan yang perlu dikejar oleh Indonesia untuk bisa menjadi negara maju.

“Kalo konsisten dilakukan peningkatan standar ekonomi dan kelembagaan sesuai tujuan OECD, maka potensi untuk perekonomian ke depan akan menguntungkan,” tutur Eko kepada Kontan.co.id , Minggu (17/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×