kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ahok: Dilaporin ke polisi? Pura-pura gila aja


Jumat, 12 September 2014 / 20:12 WIB
ILUSTRASI. Promo Alfamart Terbaru Periode 16-31 Maret 2023.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama enggan menanggapi berbagai pernyataan yang terkait dengan rencana anggota DPRD DKI yang akan melaporkan dia ke kepolisian, seperti yang dilontarkan Ketua DPD DKI Partai Gerindra M Taufik.

"Saya ini kerjaannya banyak, enggak usah urusi omongan orang politik," kata Basuki, di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat (12/9).

Saat kembali didesak wartawan terkait rencana pelaporan polisi, Basuki lagi-lagi enggan menanggapi serius. Bahkan, pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku sudah kebal karena berulang kali dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Sudahlah enggak usah dibahas lagi, mau ngelaporin saya ke polisi kan hak setiap warga negara. Nanti PPG saja, pura-pura gila. Hahaha...," kata Basuki tertawa.

Sekedar informasi, sebelumnya Mohamad Taufik mengancam bakal mempolisikan Basuki, karena berbagai pernyataannya ke media telah menghina institusi DPRD.

Beberapa pernyataan Basuki dianggap menyinggung dia beserta anggota DPRD lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, seperti sebutan DPRD calo, kepala daerah dijadikan sapi perah oleh DPRD, dan lainnya.

Padahal sebagai Wagub, lanjut dia, seharusnya Basuki bisa menjaga hubungan baik antara eksekutif dengan legislatif. Rencananya, pelaporan itu akan berlangsung pekan depan dan dilaksanakan oleh partai Koalisi Merah Putih di DPRD DKI.

"Jalur hukumnya ditempuh juga. Kita mau mengajukan ke kepolisian, karena ini penghinaan terhadap lembaga negara," kata Taufik. (Kurnia Sari Aziza)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×