CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 -0,70%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Ahli epidemiolog beri peringatan terkait varian baru virus corona B.1.1.529


Jumat, 26 November 2021 / 20:09 WIB
Ahli epidemiolog beri peringatan terkait varian baru virus corona B.1.1.529
ILUSTRASI. Ahli epidemiolog beri peringatan terkait varian baru virus corona B.1.1.529


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ahli epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman memberikan warning atau peringatan terkait munculnya varian baru virus corona B.1.1.529 yang terdeteksi pertama kali di Botswana, Afrika.

Pasalnya selain berpotensi lebih menular, varian baru virus corona B.1.1.529 tersebut juga disebutkan bisa menjadi super varian.  Terlebih dari sisi mutasi, varian baru virus corona B.1.1.529 tersebut mempunyai mutasi melebih varian delta dan beta. 

“Artinya itu kan memengaruhi kecenderungan dia (B.1.1.529) cepat menular,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Dari data epidemiologi, penularan varian baru virus corona B.1.1.529 diketahui juga menunjukkan adanya hal tersebut. 

Baca Juga: Ini yang Perlu Anda Ketahui Tentang B.1.1.529, Varian Baru Virus Corona

Hal itu terlihat misalnya di Provinsi Guateng, Afrika Selatan yang menjadi lokasi asal virus tersebut, di mana dalam 3 minggu terakhir positivy rate-nya naik dari 1 menjadi 30%.

“Ini satu tanda yang sangat serius. Karena kalau cepat menular ia akan cepat memberikan beban untuk fasilitas kesehatan termasuk perawatan ICU maupun kematian seperti halnya gelombang kedua kemarin,” kata Dicky. 

Varian Botswana memiliki mutasi paling banyak 

Selain itu, pihaknya juga mengkhawatirkan mengenai potensi virus dalam menginfeksi orang yang sudah terpapar varian delta dan beta maupun yang sudah terinfeksi. 

Baca Juga: Kena efek varian baru corona, harga Bitcoin terjungkal ke bawah US$ 55.000

“Kabar baiknya, ini masih mudah terdeteksi PCR,” katanya lagi. 

Dicky menyebut, varian Botswana ini memiliki mutasi paling banyak dalam tubuhnya. 

Di mana 9 mutasi adalah yang terdeteksi sama dengan varian sebelumnya yakni alfa, beta, gama dan delta. Adapun sisanya setidaknya ada 32 mutasi baru. “Jadi kalau lihat mutasinya, ini kabar buruk,” paparnya. 

Lebih lanjut, Dicky memaparkan varian Botswana bisa saja ke depan tidak seburuk yang dikhawatirkan, namun kemungkinan potensi penularannya lebih mungkin untuk menyamai delta. “Ini bisa jadi lawannya delta kalau saya melihat,” kata dia. 

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan pemerintah agar mengejar upaya capaian vaksinasi hingga 80%. 

Selain itu booster juga harus diupayakan dan diberikan tidak hanya untuk tenaga kesehatan namun juga mereka yang berisiko terutama komorbida dan lansia. 

Baca Juga: Kena efek varian baru corona, harga Bitcoin terjungkal ke bawah US$ 55.000

Ia juga mengimbau kepada pemerintah agar bisa memperkuat skrining bepergian termasuk pula event memakai rapid tes antigen.  "Selain itu jangan lupa 5M, distribusi masker, serta perhatian soal sirkulasi udara ruangan guna mencegahan penyebaran virus corona," pungkasnya. 

Penemuan varian baru virus corona 

Sebagaimana diberitakan, Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengumumkan adanya penemuan varian baru virus corona yang terdeteksi pertama kali di Botswana. 

"Awalnya terlihat seperti beberapa wabah cluster, tetapi sejak kemarin, indikasi datang dari ilmuwan kami dari Network of Genomic Surveillance (Jaringan Pengawasan Genomik) bahwa mereka sedang mengamati varian baru," ujarnya sebagaimana dikutip dari CNN, Jumat (26/11/2021). 

Baca Juga: Varian corona baru, pimpinan DPR desak pemerintah tutup perjalanan dari Afsel

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut B.1.1.529 ini sebagai varian Nu. 

Varian yang diturunkan dari garis keturunan B.1.1, mempunyai jumlah mutasi sangat tinggi, dikhawatirkan sangat menular, dan efektif menghindari respons imun tubuh. 

Terdapat 10 kasus di tiga negara yang telah dikonfirmasi, tetapi varian ini memicu kekhawatiran, karena sejumlah mutasi dapat membantu virus menghindari kekebalan.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Peringatan Epidemiolog soal Varian Baru Virus Corona B.1.1.529",
Penulis : Nur Rohmi Aida
Editor : Sari Hardiyanto

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×