kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.343.000 -0,81%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Agus Suparmanto minta anggaran kemendag ditambah menjadi Rp 4,17 triliun di 2021


Jumat, 26 Juni 2020 / 20:01 WIB
Agus Suparmanto minta anggaran kemendag ditambah menjadi Rp 4,17 triliun di 2021
ILUSTRASI. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) di 2021 mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp 2,83 triliun. Penetapan pagu ini berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Nomor S-376/MK.02.2020 dan Nomor B.30/M.PPN/D.8/PP.04.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengusulkan agar anggaran Kemendag tahun 2021 ditambah Rp 1,34 triliun. Dengan begitu, anggaran Kemendag akan berkisar Rp 4,17 triliun.

Baca Juga: Kemendag optimistis perundingan perjanjian RCEP rampung November 2020

“Dengan demikian, Kementerian Perdagangan membutuhkan anggaran sebesar Rp 4,17 triliun. Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai beberapa kegiatan secara lebih maksimal di keempat program yang telah ditetapkan," ujar Agus seperti yang tertera dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6).

Penambahan anggaran tersebut, menurut Agus, akan dialokasikan untuk melaksanakan program dan kegiatan terutama terkait pemulihan ekonomi dalam masa pandemi Covid-19.

Adapun, program yang dijalankan dengan tambahan anggaran tersebut antara  lain pembangunan/revitalisasi pasar rakyat tipe A dan B, pengawasan post border, penguatan perwakilan perdagangan di luar negeri, ratifikasi perjanjian perdagangan internasional peningkatan pengamanan dan perlindunga

Baca Juga: Jurus Kemendag dorong roda ekonomi berputar memasuki new normal

Tahun 2021 pun Kemendag menjalankan 4 program, yakni program dukungan manajemen, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, program perdagangan luar negeri serta program perdagangan dalam negeri.

Sementara, dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah, Kemendag menetapkan 2 kebijakan utama yakni akselerasi peningkatan ekspor dan pengelolaan impor juga penguatan pasar dalam negeri.

Baca Juga: Izinkan ekspor bahan baku masker, bagaimana nasib pasokan di dalam negeri?

Menurut Agus, penetapan dua kebijakan utama ini mengacu pada tema RKP 2021 yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

"Dengan akselerasi peningkatan ekspor dan pengelolaan impor, serta penguatan pasar dalam negeri, Kemendag berupaya meningkatkan kontribusi sektor perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×